Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan budaya penangkapan
ikan paus yang dilakukan oleh nelayan tradisional Lamalera. Berburu dan menangkap mamalia
laut merupakan inti kebudayaan bagi masyarakat nelayan Lamalera. Penelitian ini juga
menerangkan bahwa penangkapan ikan paus menyimpan berbagai makna baik itu dari segi
sosial, politik, ekonomi mau pun religius. Penelitian ini secara khusus menjelaskan
dampak-dampak ekonomi dan religius budaya penangkapan ikan paus di Lamalera. Masyarakat
Lamalera menilai bahwa dalam perburuan ikan paus yang mereka lakukan sejak dahulu, selalu
mematuhi aturan-aturan adat lokal, dengan menerapkan pengetahuan tradisional tentang
konservasi kehidupan laut.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dan studi
kepustakaan. Objek yang diteliti adalah budaya penangkapan ikan paus dan dampak-dampak
ekenomi dan religius. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara
interaktif dengan narasumber dan menganalisis data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekonomi menjadi aspek utama dalam
kehidupan masyarakat Lamalera. Kegiatan menangkap ikan paus tidak bisa dihilangkan atau
menjadi punah karena merupakan mata pencaharian pokok masyarakat Lamalera yang
diwariskan turun-temurun oleh para leluhur. Dendeng ikan paus menjadi modal atau komoditas
dalam keberlangsungan hidup masyarakat Lamalera. Di sisi lain, kehidupan iman umat
masyarakat Lamalera turut mempengaruhi proses kegiatan penangkapan ikan paus. Para janda
dan anak yatim menjadi perhatian seluruh masyarakat Lamalera yang ditunjukkan melalui
pembagian hasil tangkapan. Kepercayaan kepada roh nenek moyang kini terjadi perubahan.
Mereka telah percaya kepada Yang Ilahi ketika Gereja katolik masuk dalam kehidupan iman
masyarakat Lamalera.