DETAIL DOCUMENT
Makna Ritus Kerus Baki Masyarakat Desa Udak Melomata dan Rekonsiliasi dalam Gereja Katolik
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
UDJAN, Engelbertus B. Kopong
Subject
200 Agama 
Datestamp
2022-12-05 03:40:18 
Abstract :
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan ritus kerus baki masyarakat Desa Udak Melomata, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan rekonsiliasi dalam Gereja Katolik, dan (3) menjelaskan makna rekonsiliasi dalam Gereja Katolik dan perbandingannya dengan makna rekonsiliasi dalam ritus kerus baki pada masyarakat Udak Melomata. Metode penulisan yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data melalui studi kepustakaan. Penulis membahas karya ilmiah ini secara analitis-deskriptif. Konflik merupakan satu hal yang tidak dapat terhindarkan dari kehidupan dalam suatu masyarakat, yang senantiasa ada bersama dan membangun relasi satu sama lain. Sebagai manusia yang saling berelasi dengan orang lain dalam menjalin suatu kontak sosial, tentu saja manusia tidak pernah menyangkal keberadaan sebuah konflik. Dengan kata lain, konflik itu muncul karena ada interaksi yang senantiasa terjadi secara terus-menerus, sebagai kenyataan bahwa manusia itu berbeda-beda. Dalam konteks relasi dengan Allah yang transenden dan imanen, konflik dapat mucul sebagai akibat kelalaian manusia untuk mencintai Allah dan hidup menurut perintah Allah. Pengabaian ini merupakan wujud pemakaian kebebasan dalam diri manusia sendiri untuk tidak patuh kepada Allah. Pada hakikatnya, rekonsiliasi dipahami sebagai sikap rendah hati untuk menciptakan dan mengusahakan perdamaian dalam kehidupan bersama. Dalam Gereja Katolik, rekonsiliasi dimaknai sebagai undangan Allah kepada manusia yang berdosa untuk kembali berdamai dan berelasi dengannya. Rekonsiliasi dalam ritus kerus baki merupakan jalan kembali kepada tatanan kehidupan yang telah menjadi konsensus bersama, yang dipercayai punya suatu nilai lebih. Nilai lebih itu, yaitu integrasi diri dengan sesama, yang kemudian memurnikan kembali hubungan yang telah rusak. Persamaan dan perbedaan ritus kerus baki dan sakramen tobat menampilkan substansi iman dan budaya. Kebudayaan merupakan hasil dari produk masyarakat dan bersifat imanen di dalam kehidupan masyarakat. Iman memiliki dimensi rohani yang mendalam karena berhubungan dengan subjek transenden. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO