Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
BATA, Francesco Bogdan M.
Subject
230 Agama Kristen, Teologi Kristen
Datestamp
2022-11-18 08:38:31
Abstract :
Karya ilmiah ini merupakan upaya penulis untuk mengetahui dan memahami sikap Gereja
Katolik atas masalah tambang di Lembata. Sebagai sebuah studi ilmiah, karya ilmiah ini mencoba
menelisik lebih jauh tanggapan Gereja melalui dokumen-dokumennya atas problem yang dialami
masyarakat Lembata. Metode penelitian yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
analisis deskriptif kritis. Selain itu, penelitian ini juga mengandalkan penggalian informasi melalui
metode wawancara terhadap beberapa tokoh yang terlibat langsung dalam persoalan tambang ini.
Dalam kenyataan, pelegalan aktivitas tambang identik dengan janji palsu akan
kesejahteraan, kekerasan dan pelanggaran keadilan. Izin usaha pertambangan yang diberikan
pemerintah daerah Lembata sesungguhnya telah menyebabkan konflik sosial. Pada dasarnya,
masyarakat Lembata di sekitar lingkar tambang telah menolak kebijakan pemerintah yang
memberikan izin pertambangan. Hal ini terjadi karena tambang adalah aktivitas menggali
kekayaan alam dan menyebabkan kerusakan lingkungan seperti kerusakan hutan, kerusakan lahan
dan pencemaran air. Kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang itu membawa penderitaan
tersendiri bagi masyarakat Lembata, sebab sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani.
Problemnya adalah kendatipun masyarakat menolak kehadiran tambang, pemerintah daerah tetap
konsisten melakukan aktivitas pertambangan tersebut sebagai upaya menambah pendapatan
daerah. Gereja lokal yang secara kodrati terpanggil untuk memberi perhatian terhadap krisis
kemanusiaan tergerak untuk menanggapi masalah tambang ini dan memilih terlibat bersama
masyarakat Lembata untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada titik ini, penulis berusaha mengungkapkan bahwa tolak tambang sebagai sikap
Gereja lokal. Sikap penolakan Gereja lokal tampak dalam keterlibatan komisi JPIC dan sejumlah
imam sedekenat Lembata yang mendampingi masyarakat Lembata menolak tambang. Keterlibatan
ini merupakan sikap solider Gereja yang terdorong oleh semangat kasih Kristus yang menjelma
menjadi manusia dan menebus dosa umat manusia. Keterlibatan Gereja lokal adalah upaya
menyelamatkan keutuhan ciptaan dari kerusakan lingkungan akibat tambang dan memperjuangkan
keadilan masyarakat Lembata. Keterlibatan Gereja lokal dilihat sebagai dukungan kepada
masyarakat Lembata agar tetap teguh berpegang pada komitmen untuk menolak aktivitas tambang
di Lembata. Sikap Gereja ini adalah bentuk kepedulian terhadap kaum kecil yang akan mengalami
penderitaan oleh karena aktivitas tambang. Keterlibatan Gereja bukan atas motivasi untuk mencari
popularitas melainkan terutama karena perhatian yang dalam pada misi kemanusiaan (humanity),
keadilan (justice) dan keutuhan ciptaan (integration of creation) yang berlandaskan cinta kasih.