Abstract :
Skripsi ini bertujuan: Pertama, untuk memperkenalkan St. Kamilus dan mendalami Spiritualitasnya yang terinspirasi dari kisah orang Samaria yang baik hati. Kedua, untuk memperkenalkan seminari Tinggi St. Kamilus Maumere serta bentuk-bentuk pelayanannya. Ketiga, untuk mengetahui sejauh mana spiritualitas St. Kamilus yang terinspirasi dari kisah orang Samaria yang baik hati dihayati atau dihidupi oleh para calon imam Kamilian Maumere dalam pelayanan terhadap orang sakit.
Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penulis menggunakan beberapa cara yakni, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan untuk mengumpulkan data. Objek penelitiannya adalah pelayanan para calon imam Kamilian Maumere dalam kegiatan kerasulan orang sakit. Sumber utama dalam penulisan skripsi adalah kuesioner dan wawancara dengan narasumber-narasumber tertentu di Seminari Tinggi St. Kamilus Maumere. Sumber sekendernya adalah buku-buku, kamus, dokumen, jurnal dan internet yang berkaitan dengan tema penulisan skripsi ini. Teknik pengolaan data dalam skripsi ini berupa analisa data dari sumber utama dan sumber sekunder kemudian ditafsir tanpa menghilangkan makna asli. Langkah yang digunakan adalah: pertama, mewawancarai narasumber secara langsung dan membaca sumber-sumber serta memahaminya. Kedua, membaca ulang sumber-sumber dan mulai menafsirkannya. Ketiga, mencatat semua data-data atau hal-hal penting yang sesuai dengan judul tulisan.
Berdasarkan hasil penelitian, spiritualitas St. Kamilus yang terinspirasi dari kisah orang Samaria yang baik hati seperti melayani orang sakit dengan melampaui batas, kehangatan perjumpaan dengan melihat orang sakit sebagai subjek, pelayanan yang totalitas dan menyeluruh atau holistik, masih dihidupi atau dihayati oleh para calon imam Kamilian Maumere. Adapun beberapa bentuk pelayanan yang dilakukan oleh para calon imam Kamilian Maumere untuk menghidupi atau menghayati spiritualitas St. Kamilus tersebut adalah: Kunjungan orang sakit di rumah sakit, doa bersama orang sakit, kunjungan para jompo dan kunjungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Penelitian menunjukkan bahwa tingkat penghayatan spiritualitas St. Kamilus oleh para calon imam Kamilian pada aspek pelayanan yang melampaui batas secara statistik mencapai angka 72%. Selain itu, persentase dalam kehangatan perjumpaan dengan melihat orang sakit sebagai subjek sudah mencapai angka 85%, melayani dengan totalitas 77,5%, dan melayani orang sakit secara holistik mencapai 76,5%.