Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pentingnya literasi media sosial untuk
melindungi pengguna dai bahaya prostitusi online di Indonesia. (2) Mendeskripsikan praktik
prostitusi online yang terjadi di Indonesia guna memahami dampak-dampak yang ditimbulkan
dari praktik tersebut.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Objek yang diteliti
adalah pentingnya literasi media sosial untuk melindungi pengguna dari bahaya prostitusi online
di Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literatur-literatur yang berkaitan
dengan literasi media sosial dan prostitusi online. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah teknik non interaktif. Melalui teknik ini penulis mengumpulkan literatur-literatur tentang
pentingnya literasi media sosial untuk melindungi pengguna dari bahaya prostitusi online di
Indonesia. Teknik non-interaktif lebih banyak menganalisis isi teks. Langkah yang digunakan
dalam teknik analisis dicapai dengan mencari dan membaca pelbagai sumber yang sesuai dan
mencocokan dengan judul tulisan pentingnya literasi media sosial untuk melindungi pengguna
dari bahaya prostitusi online di Indonesia.
Berdasarkan penelitian di atas, disimpulkan bahwa sebagai perlindungan pengguna dari
prostitusi online literasi media sosial penting untuk dipraktikan. Wujud nyata dari pentingnya
literasi media sosial dapat diuraikan sebagai berikut.
1) Menjadi pengguna yang selektif dan bijak. Dalam bagian ini terdapat beberapa langkah
alternatif yang dapat memampukan pengguna menjadi selektif dan bijak. Pertama,
mengakses informasi hanya dari media yang terpercaya. Kedua, mengetahui dengan jelas
situs yang diakses. Ketiga, melihat fakta dari informasi yang di akses.
2) sikap dan relasi sosial pengguna terbangun. Dalam bagian ini ada beberapa langkah sebagai
upaya perwujudannya, yakni: pertama, mengakses media sosial dengan jujur. Kedua,
meningkatkan keterampilan dalam memeriksa isi media. Ketiga, sebagai katalisator.
3) Menciptakan pengguna yang kreatif dan inovatif. Dalam bagian ini beberapa langkah
alternatif sebagai perwujudannya, yakni: pertama, menemukan potensi kreatif yang
tersembunyi dalam diri. Kedua, meningkatkan kualitas intelektual. Ketiga, berani mencoba
hal positif.