Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
MAJO, Petrus Hezron
Subject
248 Pengalaman, praktik dan hidup Kristiani
Datestamp
2024-07-10 01:33:03
Abstract :
Penelitian ini
bertujuan untuk (I), mendeskripsikan belis dan diskriminasi gender
dalam budaya Manggarai serta upaya Gereja Lokal Keuskupan Ruteng dalam
mengatasinya, dan (II), memenuhi salah satu syarat meraih gelar sarjana S1 ) Filsafat
pada sekolah Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. 2021.
Jenis penelitian yang dipakai dalam menyelesaikan skripsi ini adalah deskripsi
kualitatif dengan menggunakan metode analisis data dan wawancara. Ada dua sumber
data yang diambil dalam menyelesaikan skripsi ini yakni data primer dan sekunder.
Data primer ya kni berupa buku, majalah, artikel dan dokumen gereja yang membahas
tentang belis dan diskriminasi gender. Sedangkan data sekundernya yakni didapatkan
melalui wawancara. Teknik pungumpulan data yang digunakan ialah teknik interaktik
dan non interaktif. Tekn ik interaktifnya adalah melakukan wawancara dengan
mengangkat topik persoalan belis yang dibudayakan di Manggarai, sedangkan non
interaktifnya meliputi content analysis, analisis isi terhadap buku dan sumber sumber
lainnya. Langkah yang digunakan dalam tek nik analisis isi buku yakni (I), membaca
berulang ulang buku, artikel, majalah dan dokumen dokumen yang membahas tema
tentang belis, diskriminasi gender dan peran aktif Gereja, (II) menganalis budaya belis
dan diskriminasi gender (III) mengaitkan praktik belis dan diskriminasi gender serta
upaya Gereja lokal keuskupan Ruteng dalam mengatasinya.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (I) belis di Manggarai menjadi
salah satu kekayaan budaya (II) budaya belis tidak saja mengandung nilai positif,
tetapi juga mengandung nilai negatif, (III) nilai negatif yang terkandung dalam budaya
belis di Manggarai yakni bisa melahirkan diskriminasi, khususnya terhadap
perempuan, (IV) untuk meminimalisasi diskriminasi terhadap perempuan akibat
praktik belis perlu campur tangan Gereja lokal keukupan Ruteng.