Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1)
fenomena pasang-surut dalam tubuh OMK Lumen Gratiae Paroki Katedral
Ruteng, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena Komunitas Seni Saeh Go
Lino, dan (3) mendeskripsikan dan membandingkan kedua fenomena kelompok
orang muda ini dalam terang dokumeng Christus Vivit.
Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode fenomenologi.
Objek yang diteliti adalah fenomena OMK Lumen Gratiae dan Komunitas Seni
Saeh Go Lino. Wujud data dalam penelitian ini berupa pengalaman, peristiwa,
angka, suara, kata, frasa, dan kalimat yang didapat dari wawancara dengan para
responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara,
studi dokumen, dan focused group discussion. Sumber data utama penelitian ini
adalah fenomena OMK Lumen Gratiae dan Komunitas Seni SGL. Sumber data
sekunder diperoleh dari kajian-kajian penelitian sebelumnya dan dari buku-buku
sumber yang diperoleh dari perpustakaan. Data-data dianalisis dengan teknik
pengelompokkan masalah hingga ditemukan masalah pokok. Masalah pokok
dianalisis dengan kacamata ilmu psikologi, sosiologi, kosmologi, dan teologi
(Christus Vivit).
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa fenomena pasang surut di
dalam tubuh OMK Lumen Gratiae disebabkan oleh dua masalah pokok, yaitu (1)
tingkat ketergantungan yang tinggi anggota OMK terhadap keberadaan seorang
moderator (internal) dan (2) oleh absennya dukungan dari pastor paroki dan
dewan paroki Katedral Ruteng (eksternal). Faktor pertama didapat melalui analisis
psikologis kepribadian orang-orang muda, sedangkan faktor kedua didapat
melalui analisis secara sosio-struktural keberadaan OMK Lumen Gratiae. Faktor
kosmologi budaya Manggarai juga dipakai untuk menganalisis keberadaan OMK
Lumen Gratiae dan mengapa mereka mengalami situasi pasang-surut. Dokumen
Christus Vivit membaca fenomena dan analisis ini melalui teks Kisah Dua Murid
Emaus. Christus Vivit menganjurkan agar anak-anak muda dibimbing dengan
meniru pola dan pendekatan yang dilakukan Yesus terhadap dua murid Emaus
yaitu berjalan, mendengarkan, memberi pemahaman, dan tinggal bersama orangorang
muda.