Abstract :
ABSTRAK
?Api Pedidi? bermakna ?kemampuan diri sendiri?. Api
digunakan untuk memasak, penerangan, menghangatkan badan,
ritual, dan pembakaran jenazah khususnya di Bali. Penjelajahan,
percobaan, dan wawancara dilakukan untuk memahami api lebih
mendalam.
Berdasarkan hasil penelitian, api terdiri dari api riil dan api
sebagai simbol yang berlaku dari lahir, hidup sampai mati. Api
merupakan hasil dari sesuatu yang terbakar yang memiliki panas
dan cahaya. Secara simbolik api memiliki makna sesuai
konteksnya. Terkait karya seni ini, api (energi) harus diatur
penggunaannya, kapan menggunakan api besar, api sedang,
maupun api kecil. Hal ini untuk mewujudkan keseimbangan
hidup, karena besar atau kecil tetap dibutuhkan.
Api/energi ini diaplikasikan ke dalam karya seni melalui tiga
bagian, pertama adalah ?Api Suda? (kesucian), kedua adalah ?Api
jele-api melah? (buruk-baik), dan ketiga adalah ?Api budal?
(pengembalian kekuatan-Nya). Karya ini sebagai pemantik untuk
menggugah kesadaran kita akan pentingnya mengatur api dalam
diri sehingga keseimbangan buana alit dan buana agung terjaga
dan harmonis.
Kata kunci: api, simbol, energi, dan keseimbangan