Abstract :
INTISARI
Studi ini bertujuan mengkaji rekonstruksi tari Bedhaya
Endhol-Endhol di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tari
Bedhaya Endhol-Endhol diciptakan oleh I.S.K.S Paku Buwono X
khusus ditarikan untuk putri-putri raja. Setelah I.S.K.S Paku
Buwono X wafat tari ini tidak dipentaskan lagi, sehingga bentuk
dan teknik tarinya sudah tidak nampak. Akhirnya muncul
gagasan dari para pemangku adat yang dipimpin oleh GKR
Wandansari untuk merekonstruksi tari Bedhaya Endhol-Endhol.
Tari Bedhaya Endhol-Endhol memiliki kekhususan diantara
bedhaya yang lain. Bedhaya ini khusus ditarikan oleh anak,
sehingga rasa sajian berbeda dengan bentuk bedhaya pada
umumnya. Berdasarkan fenomena tersebut tesis ini berusaha
untuk mengungkap proses dan hasil rekonstruksi tari Bedhaya
Endhol-Endhol.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan
etnokoreologi dengan menggunakan konsep revitalisasi untuk
mengkaji prosesnya dan konsep koreografi untuk mendeskripsikan
wujudnya. Hasil penelitian meliputi proses rekonstruksi yang
terdiri dari penggalian gendhing, penggalian gerak, tempuk
gendhing, dan interpretasi meliputi komponen gerak tari, pola
lantai, musik, rias, dan busana. Dalam rekonstruksi tari Bedhaya
Endhol-Endhol diupayakan untuk mewujudkan hasil rekonstruksi
yang menitikberatkan pada karakter bocah.
Kata kunci: Rekonstruksi, Bedhaya Endhol-Endhol, Gusti
Kanjeng Ratu Wandansari.