Abstract :
ABSTRAK
Karya musik ini mengungkapkan balam-balam yang bermakna
terjadinya harmonisasi hubungan antar manusia. Mereka saling
berdendang dan saling bagaluik kato (bergelut kata) melalui aktivitas
berbalas pantun secara bergantian. Karya ini juga berangkat dari fenomena
anak balam. Anak balam adalah bentuk ritual yang melibatkan makhluk
halus dengan tujuan untuk mengobati orang sakit, yang disebabkan oleh
gangguan makhluk gaib. Di dalam ritual pengobatan anak balam, sebagai
wujud pemanggilan roh gaib, juga dilakukan dengan menggunakan
dendang. Dendang anak balam di dalam ritual tersebut biasanya dibawakan
oleh dukun.
Berkaitan dengan dua peristiwa dendang, yaitu balam-balam dan anak
balam, karya ini ingin memperlihatkan hal-hal yang berkaitan dengan (1)
Materi Karya, (2) Konsep Karya, (3) Cara Penggarapan, dan (4) Penyajian
Karya. Isi karya seni berhubungan dengan percintaan, kesetiaan, dan
pengobatan. Percintaan mengarah pada pesoalan kasih sayang, dalam hal
ini adalah percintaan pasangan manusia. Kesetiaan dimaksud adalah
usaha manusia dalam mempertahankan keakraban atau kasih sayang yang
dilakukan pada bagian sebelumnya. Pengobatan dengan cara anak balam
memiliki fungsi yang religius.
Karya ini menggunakan pendekatan budaya Minangkabau dan
musik modern/kontemporer. Karya musik ?Galuik Balam? menunjukkan;
(1) Unsur-unsur konsep interpretasi dalam ?Galuik Balam? yang terdiri
atas konsep musikal interteks, konsep musikal tradisi, konsep musikal
modern, konsep non-musikal, dan konsep musikal kolaboratif; (2) metode
mewujudkan musik yang terdiri atas menggali hakekat balam-balam dan
anak balam, menciptakan dialog musikal berdasarkan pantun balam-balam,
memilih instrumen yang pas, membangun musikal berdasarkan suasana
magic anak balam, menggabung instrumen tradisi, modern dan non
musikal, mencipta unsur dramatik, membangun tiga bagian karya ?Galuik
Balam?, merangkai tema masing-masing bagian karya, menyeimbangkan
warna bunyi, memberi garis merah antara unsur tradisi dan modern,
membuat notasi karya ?Galuik Balam?, dan menentukan judul setiap
karya; dan (3) mewujudkan pertunjukan karya musik.
Kata kunci: ?Galuik Balam?, dendang, Minangkabau.