Abstract :
TARI TAMBORIN DALAM IBADAH MINGGU GEREJA PANTEKOSTA
ISA ALMASIH INDONESIA (GPIAI) EFATA DI SALATIGA (KUSUMA
AGUSTIWI, 2014), Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Tari Fakultas Seni
Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Tari Tamborin di GPIAI Efata Salatiga merupakan kesenian yang
tumbuh dan berkembang dalam lingkup gereja, dimana Tari Tamborin ini
selalu dipentaskan pada setiap ibadah di hari minggu. Penelitian ini adalah
jenis penelitian kualitatif, yaitu mendiskripsikan data-data diperoleh serta
dianalisis secara deskriptif. Pendekatan penelitian ini menggunakan etnografi
tari dengan metode deskriptif interaktif analisis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perkembangan Tari Tamborin yang mencakup Tari
Tamborin di GPIAI Efata Salatiga yang mempunyai arti bagi masyarakat
pendukungnya yaitu dikalangan jemaat gereja. Tujuan lainnya adalah untuk
mengetahui unsur-unsur koreografi yang terdiri dari : (1) judul tari; (2)
deskripsi tari; (3) tema tari; (4) gerak tari yang terdiri dari motif variasi gerak,
gerak pengulangan, gerak perpindahan (transisi); (5) musik tari; (6) mode
penyajian; (7) penari (jumlah dan jenis kelamin); (8) tata cahaya; (9) rias dan
kostum tari; (10) properti dan perlengkapan. Tari Tamborin berfungsi sebagai
tarian ritual di gereja kharismatik di GPIAI Efata Salatiga. Kehadiran Tari
Tamborin sebagai sebuah sarana ekspresi puji-pujian dalam ibadah. Hal ini
terkait dengan aliran gereja kharismatik yang bersifat pemberi penguat
ekspresi yang memberi penyemangat ibadah. Upaya pelestarian Tari
Tamborin dalam ibadah gereja menggunakan sistem transmisi absorted
action, trained action dan mixed action.
Kata Kunci :