Abstract :
Karya tari ?Schizhoprenia? mengangkat permasalahan kisah
kehidupan penderita schizophrenia dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Dalam karya tari ini penyaji menyampaikan sebuah pesan ketika mengalami
suatu permasalahan hidup dan mengalami suatu tekanan hendaklah
berserah diri terhadap Yang Kuasa dan jangan menjadikan suatu
permasalahan tersebut berlarut-larut hingga menyebabkan gangguan
kejiwaan.
Langkah awal riset yang dilakukan oleh penyaji yaitu dengan cara
tanya jawab dengan petugas RSJD Surakarta dan mengamati secara
langsung kebiasaan sehari-hari penderita schizophrenia. Selain itu penyaji
juga melakukan pengamatan audio visual dan kepustakaan. Penyaji
menggunakan pendapat La Meri tentang tata-cara menyusun dan juga
mencipta tari dengan kelengkapan-kelengkapan dasarnya, seperti; desain
lantai, desain atas, desain musik, desain dramatik, dinamika, tema, gerak,
proses, perlengkapan-perlengkapan lain sebagai acuan dalam penggarapan
karya tari ?Schizophrenia?