Abstract :
ABSTRAK
Disertasi dengan judul Peran Musik Sebagai Salah Satu Media
Perdamaian Di Maluku? berangkat dari kenyataan konflik Maluku yang
terjadi 19 Januari 1999, selama hampir empat tahun. Dalam kenyataan
konflik Maluku, musik lokal Maluku memiliki peran sebagai salah satu
media mewujudkan perdamaian. Musik lokal Maluku memainkan peran
tersebut dengan jalan mengaktifkan kembali memori kolektif masyarakat
Maluku dalam konteks budaya hidup orang basudara. Musik lokal Maluku
adalah musik yang dihasilkan dari konteks budaya hidop orang basudara
yang terungkap dalam berbagai teks musik, dan melodi grafik menurun
atau descending serta instrumen musik tifa. Oleh karenanya, penelitian ini
bertujuan untuk memberikan eksplanasi akademis bahwa musik
mempunyai potensi untuk mengomunikasikan memori kolektif
masyarakat terkait dengan identitas kultural mereka sebagai sesama orang
basudara sehingga dapat berkontribusi dalam upaya mewujudkan
perdamaian di Maluku.
Berdasarkan tujuan itu maka penelitian ini dilakukan secara
kualitatif berbasis seni dengan menggunakan pendekatan etnografis agar
dapat mengungkapkan narasi-narasi sosial-kultural masyarakat terkait
pengalaman hidup mereka dalam realitas konflik Maluku dan proses
penyelesaian konflik melalui fungsi musik lokal Maluku dalam
mengaktifkan ingatan kolektif terkait identitas kultural mereka sebagai
orang basudara. Selain itu penulis menggunakan analisis hermeneutik
dengan pendekatan etnomusikologi untuk memaknai pesan-pesan
musikal dalam konteks budaya masyarakat Maluku sebagai media
perdamaian. Teori-teori yang digunakan adalah teori etnomusikologi,
memori kolektif, dan pendekatan mediasi perdamaian. Hasil dan
pembahasan penelitian diantaranya 1) Wujud musik lokal Maluku 2)
Peranan instrumen tifa dan musik vokal dalam menghidupkan memori
Kolektif Masyarakat 3) Proses musik lokal Maluku sebagai media
perdamaian. Temuan dalam penelitian ini berupa konsep dan wujud
musik lokal okal Maluku, yang berperan mempengaruhi memori kolektif
dan identitas kultural masyarakat Maluku, orang bersaudara.
Kata Kunci: musik, konteks budaya, memori kolektif dan perdamaian.