Abstract :
ABSTRAK
Nyanyian Etnis Pakpak Simsim: Konsep, Perilaku dan
Wujud. Etnis Pakpak tersebar di sebelah Barat Sumatera Utara,
terbagi atas lima suak ?subetnis? yaitu, Pakpak Kêlasên, Pakpak
Kêppas, Pakpak Simsim, Pakpak Pêgagan, Pakpak Boang. Kajian
dalam tulisan ini khusus pada nyanyian di dalam kelompok
masyarakat etnis Pakpak Simsim yang ada di Pakpak Bharat,
Sumatera Utara. Nyanyian Pakpak sering digunakan untuk
mengungkapkan perasaan, menggambarkan kehidupan dan
keadaan penyaji, dan pengantar tidur anak-anak. Nyanyian
Pakpak menggunakan ekspresi sebagai bagian penting dan wajib
di dalam sajian. Ekspresi ini muncul sebagai bentuk perilaku yang
didasari konsep dalam norma adat istiadat masyarakat Pakpak.
Nyanyian menjadi seperti efek berperilaku sekaligus solusi
bersikap bagi masyarakat Pakpak dalam kehidupan. Melihat
realitas yang ada, bagaimana masyarakat Pakpak mengkonsepsi,
dan merefleksikan konsep musik dalam nyanyian Pakpak?
Pendekatan Etnomusikologi mengenai tiga tingkatan
analisisnya Alan P. Merriam digunakan mengkaji nyanyian Pakpak
tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif
interpretatif dengan strategi observasi partispatif atau pengamatan
terlibat. Hasil pebelitian menunjukkan bahwa nyanyian Pakpak
adalah bentuk konkret dari perilaku yang didasari konsep dalam
masyarakat Pakpak. Persepsi berdasarkan norma adat istiadat
menjadi titik penting dalam mengkonsepsi musik di nyanyian
Pakpak. Kelayakan nyanyian Pakpak ditentukan waktu, tempat
dan konteks yang sesuai nilai tradisi. Jika tidak sesuai, maka
tidak layak untuk menyajikan nyanyian. Penyaji nyanyian Pakpak
berada pada posisi sebagai seorang spesialis dan sekaligus sebagai
masyarakat biasa yang terikat adat istiadat dalam masyarakat
Pakpak. Nyanyian Pakpak membentuk sistem nada yang muncul
dari usaha mengekspresikan perasaan dan makna kata sebagai
teks dalam sajian dan didukung dengan penggunaan teknik Urgut,
Lenggang, Mbernêng.
Kata kunci: Nyanyian, Pakpak, konsep, perilaku.