Abstract :
Penelitian ini mengkaji fenomena film sekuel Ada Apa dengan
Cinta yang bertipe allographic, yaitu dibuat oleh orang yang
berbeda sehingga menghasilkan pola karya yang berbeda. Film
pertamanya dibuat oleh Rudi Soedjarwo dan sekuelnya dibuat oleh
Riri Riza. Penelitian ini menjawab tiga rumusan masalah, yaitu:
(1) Bagaimana pola karya yang diterapkan oleh Rudi Soedjarwo
dalam film AADC (2002)?; (2) Bagaimana perubahan pola karya
dan pembaharuan yang dilakukan oleh Riri Riza dalam film AADC
2 (2016)?; dan (3) Mengapa Riri Riza membuat film AADC2 (2016)
berbeda dengan film AADC (2002)? Penelitian ini bertujuan untuk
melihat seberapa jauh sekuel film ini berbeda dengan film
pendahulunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan landasan teori gaya penyutradaraan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui: observasi, wawancara, studi
dokumen, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola karya film sekuel
AADC2 terasa berbeda dengan film pendahulunya karena dikerjakan
dengan gaya ?pencipta? film itu sendiri. Tema roadtrip
merupakan bentuk refleksi Riri Riza yang menggambarkan
kecenderungannya pada hal-hal yang jarang ditemukan dalam film
pada umumnya, seperti eksplorasi tempat baru dan ketertarikannya
pada kaum menengah ke bawah. Ada dua faktor yang
mempengaruhi penciptaan film Riri Riza sehingga berbeda dengan
karya Rudy Soedjarwo, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal berupa keinginan untuk terus mengembangkan
diri tanpa batas, sedangkan faktor eksternal meliputi trend, figur,
dan ekonomi.
Kata kunci: pola karya, film sekuel, AADC, AADC2.