Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Jayaatmaja, Raden Gasta Mulyandra
Subject
Desain Interior
Datestamp
2018-12-07 08:45:42
Abstract :
ABSTRAK
PERANCANGAN INTERIOR OMAH BLUES DI SURAKARTA
(Raden Gasta Mulyandra Jayaatmaja, 2018). Tugas Akhir Karya S-1
Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Institut Seni Indonesia
Surakarta
Surakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa, dengan begitu masyarakat
Surakarta tidak dapat lepas dari kegiatan berkesenian. Terdapat berbagai macam
jenis kesenian, salah satunya adalah seni pertunjukan. Banyaknya pertunjukan yang
diselenggarakan di Surakarta merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk
memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Salah satu dari banyaknya pertunjukan
tersebut adalah Solo Blues Festival, acara tersebut dimulai pada tahun 2013 dan
setiap tahunnya antusias terhadap Solo Blues Festival semakin meningkat.
Suskesnya acara tersebut tidak lepas dari peran komunitas blues yang ada di
Surakarta. Tidak hanya terlibat dalam acara Solo Blues Festival, mereka juga
memiliki agenda tetap untuk tampil dan mengenalkan music blues kepada
masyarakat. Namun di Surakarta belum ada suatu tempat yang spesifik tentang
music blues untuk dijadikan tempat bagi penggiat dan penggemar music blues agar
lebih dalam mengenal music blues. Para anggota komunitas masih terkendala untuk
mengenalkan music blues kepada masyarakat jika hanya mengandalkan acara
konser yang mereka selenggarakan. Berdasarkan persoalan yang terjadi, maka salah
satu solusi yang diperlukan untuk mengatasinya adalah dengan merancang suatu
tempat yang dispesifikasikan khusus untuk music blues yaitu Omah Blues.
Perancangan Interior Omah Blues di Surakarta akan di fungsikan sebagai tempat
tinggal bagi music blues untuk terus ada dan berkembang di Surakarta. Omah Blues
diharapkan juga dapat merepresentasikan bagaimana music blues itu ada dan
berkembang di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Surakarta.
Perancangan Interior Omah Blues di Surakarta akan mengaplikasikan gaya art deco
yang akan di padukan dengan motif batik kawung sebagai ide perancangannya.
Dipilihnya art deco adalah karena perkembangan pesat music blues selaras dengan
berkembangnya gaya art deco. Pemilihan motif kawung sebagai ide perancangan
karena motif kawung bersifat geometris yang sejalan dengan ciri-ciri art deco,
sekaligus untuk memunculkan identitas budaya Jawa.
Kata Kunci : Interior, Blues, Art Deco, Kawung,