DETAIL DOCUMENT
PERANCANGAN INTERIOR AULA, RUANG TRANSIT, PERPUSTAKAAN DAN KANTOR SEBAGAI FASILITAS PENUNJANG MASJID AGUNG AL AQSHA DI KLATEN DENGAN GAYA POSTMODERN
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Prakoso, Lalang Madyo
Subject
Desain Interior 
Datestamp
2018-12-11 02:38:22 
Abstract :
ABSTRAK PERANCANGAN INTERIOR AULA, RUANG TRANSIT, PERPUSTAKAAN DAN KANTOR SEBAGAI FASILITAS PENUNJANG MASJID AGUNG AL AQSHA DI KLATEN DENGAN GAYA POSTMODERN (Lalang Madyo Prakoso, 2018, xvii dan 119 halaman). Tugas Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Masjid merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam. Begitu pula dengan keberadaan Masjid Agung Al Aqsha yang berada di Kabupaten Klaten. Selain sebagai tempat ibadah Masjid Agung Al Aqsha adalah salah satu daya tarik wisatawan karena letaknnya di pinggir Jalan Raya Solo-Yogyakarta, sehingga dapat terlihat keelokan desain arsitekturnya ketika melintasi jalan tersebut. Demi terwujudnya Masjid agung Al Aqsha yang dijadikan ikon di Kabupaten Klaten, maka perlu perancangan interior yang mencerminkan ciri khas kebudayaan lokal Kabupaten Klaten yaitu dengan mengusung tema Batik Bayat yang merupakan salah satu produk unggulan khas Kabupaten Klaten, agar orang tahu bahwa Masjid Agung Al Aqsha adalah masjid agung yang ada di Kabupaten Klaten. Perancangan Interior Aula, Ruang Transit, Perpustakaan Dan Kantor Sebagai Fasilitas Penunjang Masjid Agung Al Aqsha Di Klaten Dengan Gaya Postmodern merupakan perancangan interior yang berada di lantai satu. Dengan mengusung gaya postmodern yang mencampurkan dua gaya yaitu modern dengan tradisional dan menggunakan tema Batik Bayat. Batik Bayat memiliki ciri khas gaya dan bentuknya yaitu menggunakan satu warna dan cenderung coklat tua dan hitam menjadi karakter atau gaya batik Bayat. Batik bayat juga menggunakan warna natural, yang merupakan pewarnaan kain batik dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti dari kulit pohon mahoni, kulit pohon duwet, kulit pohon secang, dan kulit pohon tangi. Batik Bayat juga mempunyai motif khas, yang tidak ada pada daerah industri batik lainnya. Motif batik khas Bayat antara lain latar putih, kambil secukil atau kopi pecah, dan remukan. Kata kunci: Masjid, Kabupaten Klaten, Postmodern, Batik Bayat. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta