Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Kurnianingtyas, Natalia Desy
Subject
Penciptaan dan Pengkajian Seni
Datestamp
2018-12-11 02:51:08
Abstract :
Bermula dari pembicaraan pengkarya dengan Sardono W
Kusumo dan Eko Supriyanto selaku pembimbing bahwa dalam
menciptakan sebuah karya dapat bermula dari ingatan tentang
pengalaman masa lalu yang pernah dialami, dirasakan, dan
menjadi kesan yang tidak terlupakan (Sardono W Kusumo, 20
Februari 2018). Pengkarya mendapat gagasan untuk
menciptakan sebuah karya dengan berdasar ingatan masa
kecil tentang pertunjukan kesenian Ledek Mbarang. Pengkarya
ingin kembali menampilkan rangkaian pertunjukan Ledek
Mbarang sesuai dengan bentuk pertunjukan dahulu yang
sudah banyak dikenal orang.
Kesenian Ledek Mbarang merupakan kesenian yang
sudah lama berkembang dalam masyarakat Jawa sebagai
media hiburan dan pengucapan syukur. Di daerah Kaliboto,
kecamatan Mojogedang, kabupaten Karanganyar merupakan
tempat tinggal pengkarya, terdapat satu-satunya rombongan
Ledek Mbarang dengan nama Kembang Mawar. Perkembangan
Ledek Mbarang terkhusus di daerah Kaliboto sangat menurun,
kesenian Ledek Mbarang sudah mulai tidak diminati kembali oleh masyarakat, sehingga dalam karya ini selain ingin
mempertunjukan kembali kesenian Ledek Mbarang kepada
masyarakat, pengkarya ingin mengkreasikan pertunjukan
Ledek Mbarang berupa kolaborasi dengan kelompok kesenian
yang sudah komersil di kalangan masyarakat, yaitu kelompok
Sahita. Pengkarya ingin menciptakan kolaborasi pelaku
kesenian Ledek Mbarang dengan kelompok Sahita agar karya
ini memiliki kebaruan karya yang dimaksudkan untuk
menambah daya tarik masyarakat terhadap karya ini.
Sahita merupakan kelompok seniman yang beranggotakan
4 orang perempuan yang menjadi salah satu kelompok
seniman yang mengangkat kesenian tradisi. Sahita memiliki
konsep penyajian gecul (humor), Sahita menyajikan tarian,
nyanyian, serta dialog (wawancara Wahyu Inong, 20 Februari
2018). Bagi pengkarya Sahita merupakan seniman tradisi yang
mampu membawa karya-karya baru, tidak terlepas dari
bentuk tradisi melainkan membawa isu-isu kekinian dengan
guyonan (bercanda) khas dari mereka, sehingga masyarakat
sangat menikmati dan dapat menerima karya-karya mereka.
Gagasan pengkarya selain menciptakan karya
kolaborasi Ledek Mbarang dengan Sahita, juga menciptakan
kolaborasi dengan penari anak-anak. Pengkarya adalah
seorang guru tari yang mengajar tari pada anak-anak usia sekolah dasar, pengkarya berpendapat bahwa anak-anak
merupakan usia yang tepat untuk mengajarkan tentang
kesenian tradisi khusunya tari, sehingga nantinya sebagai
generasi penerus anak-anak dapat melestarikan kesenian
tradisi. Pertama pengkarya ingin memperkenalkan anak-anak
dengan sajian pertunjukan Ledek Mbarang yang berupa tari
dan tembang. Materi yang pengkarya ciptakan untuk
kolaborasi penari anak-anak adalah tembang dan tari
dolanan. Penari anak-anak akan terlibat langsung menari dan
menyanyi layaknya pelaku Ledek Mbarang dengan diiringi oleh
gamelan Ledek Mbarang.
Keseluruhan pertunjukan karya yang pengkarya
ciptakan tidak hanya menciptakan kolaborasi Ledek Mbarang
dengan Sahita serta penari anak-anak, melainkan pengkarya
akan melibatkan langsung seluruh warga masyarakat dukuh
Bendungan, Kaliboto. Pengkarya ingin masyarakat
memberikan respon langsung ketertarikan masyarakat
terhadap karya ini.