Abstract :
ABSTRAK
Ide karya penciptaan fotografi yang berjudul ?TURONGGO YAKSO
DALAM ETNOFOTOGRAFI? merupakan tindak lanjut dalam menyikapi kasus
hilangnya buku tulisan tangan dari para sesepuh pendiri kesenian Turonggo Yakso
yang berisi catatan penting tentang kesenian Turonggo Yakso. Buku tulisan
tangan yang berisi seputar sejarah Turonggo Yakso rancangan gerak tari upacara
dan segala aturan-aturan seputan upacara Baritan (Upacara yang dilakukan oleh
masyarakat Dongko setelah panen sebagai rasa syukur terhadap Tuhan Yang
Maha Kuasa karena hasil panen yang sukses).
Tujuan penciptaaan karya Etnogrfi Turonggo Yakso merupakan usaha untuk
mengumpulkan referensi baik data-data berupa foto maupun hasil wawancara dari
para narasumber kunci untuk dikemas dalam sebuah foto etnofotografi. Dengan
harapan mampu menjadi referensi bagi siapapun yang akan meneliti kesenian
Turonggo Yakso dan sebagai pelengkap data buku sejarah Turonggo Yakso yang
hilang.
Metode dalam pengerjaan Tugas Akhir karya menggunakan pendekatan
etnofotografi yang dicetuskan oleh Dipti Desai yakni Pseudo-Ethnography atau
etnografi ?semu? di mana pengkarya tidak mengikuti metode etnografi secara
ketat, namun lebih mengandalkan data lapangan dari hasil wawancara oleh
narasumber dan pengamatan lingkungan.
Hasil tugas akhir karya ini menyajikan data-data visual dan data-data text
tentang sejarah kesenian rakyat Turonggo Yakso yang merupakan kesenian asli
masyarakat Kecamantan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur
dari persiapan, saat pertunjukan, hingga akhir pertunjukan dalam bentuk
etnofotografi
Kata kunci: Etnofotografi, Turonggo Yakso, Kesenian, Jaranan.