Abstract :
Kesetiaan sejati atau dalam bahasa Jawa
kasetyan sejati
sangat mahal
harganya apalagi untuk di zaman saat ini. Dalam membangun sebuah
hubungan entah itu hubungan masih dalam tahap pacaran atau sudah
dalam berumah tangga kesetiaan amat sangat di butuhkan. Kesetiaan bisa
diibaratkan sebagai pondasinya, apabila suatu hubungan tanpa kesetiaan
dipasti
kan akan berakhir putus dan hancur berkeping-keping. Landasan
kesetiaan adalah kejujuran, keterbukaan dan saling percaya. Tanpa
adanya kejujuran dapat dipastikan kesetiaanpun tidak akan pernah didapatkan karena yang ada hanyalah rasa curiga. Kesetiaan sejati sangat
dibutuhkan dalam suatu hubungan jarak jauh, sebab dalam suatu
hubungan jarak jauh akan lebih banyak godaan dibanding yang jarak
dekat. Perlunya bukti kejujuran, saling percaya, keterbukaan sangat
dibutuhkan untuk memperkokoh kesetiaan jarak jauh agar tetap terjaga.
Ide penyusunan di atas yang mendasari penyaji mengangkat lakon
yang berjudul ?
Kasetyan Jati?.
Alasan pemilihan judul
Kasetyan Jati
agar
lebih mudah menghantarkan imajinasi penonton terhadap nilai yang
terkandung. Tokoh yang dipandang bisa mewakili dan menjadi wadah
terhadap ide dan gagasan pokok di atas adalah Sinta yang menjadi tokoh
utama dan tokoh antagonis adalah Dasamuka serta tokoh serta didukung
oleh tokoh pembantu yaitu Rama, Lesmana, Kekeyi, Dasara
sata, Trijatha,
Togog dan Bilung.