Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap
perkembangan garap karawitan Jaranan yang terjadi pada kelompok seni
Guyubing Budaya di Kota Blitar. Kelompok tersebut berusaha
mengembangkan garap karawitan Jaranan dengan tujuan mendapatkan
kepopuleran dan mengoptimalkan sajian pertunjukan kesenian Jaranan
sebagai upaya menjaga kualitas di kalangan masyarakat dengan tetap
mempertimbangkan kearifan lokal warisan leluhur kesenian Jaranan yang
telah diwariskan secara turun-temurun. Permalahan yang ingin dijawab
pada penelitian ini adalah, (1) bagaimana kronologi perkembangan garap
karawitan Jaranan kelompok seni Guyubing Budaya dari tahun 1920
sampai 2017, (2) mengapa garap karawitan Jaranan kelompok seni
Guyubing Budaya saat ini mengalami perkembangan.
Konsep garap Rahayu Supanggah digunakan untuk mengupas
permasalahan terkait garap. Dengan dasar konsep tersebut, garap
karawitan Jaranan dapat dibagi berdasarkan unsur-unsur garap di
dalamnya yang meliputi (1) materi garap, (2) penggarap, (3) sarana garap,
(4) perabot atau piranti garap, (5) penentu garap, dan (6) pertimbangan
garap. Sedyawati menjelaskan istilah mengembangkan lebih mempunyai
konotasi kuantitatif dan kualitatif yang berarti memperbanyak
tersedianya kemungkinan untuk mengolah dan memperbarui. Teori
tersebut adalah landasan untuk mengupas permasalahan terkait
perkembangan. Penelitian ini juga menggunakan dasar analisis evolusi
multilinear Julian Steward. Menurut Steward Terdapat tiga tahapan
analitik penting untuk membaca kasus perkembangan kebudayaan
dengan teori ini. Tiga tahapan tersebut adalah melakukan perbandingan,
menelusuri hubungan causal, dan melihat secara mendalam elemen
manusia dalam lingkungan berdasarkan kronologinya.
Perkembangan garap karawitan Jaranan kelompok seni Guyubing
Budaya terjadi secara kronologis, melalui beberapa tahapan masa atau
waktu. Perkembangan ini terjadi karena adanya faktor-faktor pendukung
dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal) kelompok seni Guyubing
Budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan garap
karawitan Jaranan kelompok seni Guyubing Budaya terdapat benang
merah dengan garap karawitan Jaranan terdahulu. Perkembangan garap
tersebut juga ditunjukkan dengan penambahan materi garap, penggarap,
prabot atau piranti, penentu dan sarana garapnya.
Kata Kunci: Garap, Perkembangan, Kronologi, Faktor Pendukung, Karawitan Jaranan