Abstract :
ABSTRAK
Pengaruh Karawitan Gaya Sragen pada Selera Masyarakat
Kebakkramat (Joko Wahyudi, 2017). Skripsi S1, Jurusan Etnomusikologi
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Skripsi ini membahas tentang pengaruh Gaya Sragen terhadap
perubahan pementasan seni karawitan di Kecamatan Kebakkramat.
Masyarakat Kecamatan Kebakkramat dahulu menyukai pementasaan
karawitan Gaya Surakarta, dan saat ini mengalami perubahan selera
menjadi lebih menyukai Gaya Sragen. Gaya Sragen sebelumnya sudah
cukup populer di Kabupaten Sragen, akan tetapi karena letak Kabupaten
Karanganyar yang berbatasan memberikan pengaruh terhadap gaya
penyajian seni karawitan, khususnya di Kecamatan Kebakkramat.
Karawitan Gaya Sragen memiliki ciri khas penyajian lebih sederhana,
rancak, dan mudah dipahami, serta lebih fleksibel karena karawitan Gaya
Sragen mampu disajikan pada semua genre lagu, salah satunya dangdut.
Faktor yang mempengaruhi perubahan selera masyarakat yaitu
bertambah dan berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru dan
kondisi lingkungan. Masyarakat di Kecamatan Kebakkramat mengalami
pertambahan dan pengurangan penduduk yang secara tidak langsung
berpengaruh terhadap kondisi lingkungan sosial dan budayanya.
Munculnya komunitas pecinta Sragenan dan peran media yang
berkembang pesat juga menjadi pengaruh pada selera masyarakat yang
mengalami perubahan. Selain itu, pengunaan instrumen tambahan pada
karawitan Gaya Sragen dan peran MC dalam memandu acara pada
penyajian karawitan, memberikan warna baru yang membuat suasana
pementasan lebih gayéng sehingga disukai masyarakat.
Gaya Sragen kemudian diminati oleh masyarakat Kecamatan
Kebakkramat, secara tidak langsung menimbulkan dampak-dampak baik
positif maupun negatif. Gaya Sragen yang cenderung bertolak belakang
dengan karawitan Gaya Surakarta menimbulkan dua pandangan yang
berbeda pro dan kontra baik dari kalangan pelaku seni maupun
masyarakat selaku penikmat musik. Menyikapi hal tersebut, kedua
pandangan yang bertentangan dapat dipadukan dengan mengacu pada
empat dimensi yaitu, Kapitalisme, Industri, Pengawasan dan Kontrol.
Keempat dimensi tersebut bertujuan agar karawitan Gaya Sragen tetap
dapat diterima sebagai seni karawitan akan tetapi tetap dalam
pengawasan dan kontrol agar tidak keluar dari ciri khas seni karawitan.
Keywords: Karawitan, Gaya Sragen, Sragenan, Pengaruh, Perubahan, Kebakkrama