Abstract :
Dokumenter televisi ini bertema tentang pendidikan alternatif yang bisa menjadi
pilihan lain dalam mendidik anak selain pendidikan formal pada umumnya.
Dokumenter ini menampilkan cerita dari subjek utama, Eria Arum yang sempat
mengambil jurusan perkuliahan Farmasi dan memilih untuk mundur demi
menekuni animasi yang ia sukai. Gaya dokumenter performatif digunakan dengan
Eria sebagai subjek utama dan mengajak penonton untuk mengunjungi beberapa
sekolah alternatif yang ada di Indonesia untuk memperoleh informasi tentang
adanya pendidikan alternatif yang bisa menjadi pilihan selain pendidikan formal
pada umumnya. Melalui teknik pengambilan gambar subjective camera angle
dalam dokumenter Jalan Kedua Episode Sekolah Alam Bengawan Solo, penonton
mendapat kesan kedekatan pada subjek utama ketika ia menyampaikan
kesimpulan pada saat berinteraksi langsung ke kamera. Penerapan teknik ini
dilakukan dengan merekam Eria Arum yang bercerita tentang latar belakangnya
dan menyampaikan kesimpulan pada setiap kegiatan yang ada di Sekolah Alam
Bengawan Solo dengan berinteraksi secara langsung pada kamera. Teknik
pengambilan gambar subjective camera angle dapat mendukung gaya performatif
pada dokumenter Jalan Kedua Episode Sekolah Alam Bengawan Solo karena
membangun kesan kedekatan antara Eria Arum sebagai subjek utama dengan
penonton. Dokumenter Jalan Kedua Episode Sekolah Alam Bengawan Solo
berdurasi 24 menit menampilkan Eria Arum yang mengunjungi Sekolah Alam
Bengawan Solo dengan menggunakan teknik subjective camera angle sebagai
aspek visual pendukung penceritaan.