Abstract :
Pendidikan inklusi yang dicanangkan pemerintah bertujuan untuk membuat siswa penyandang disabilitas dapat mengenyam pendidikan bersama-
sama dengan siswa normal lainnya tanpa mendapatkan perlakuan diskriminasi. Anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi membutuhkan penanganan yang
tepat oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi untuk menangani kondisi mereka. Penciptaan karya film dokumenter ?Asa? bertujuan untuk membuka
wawasan penonton tentang permasalahan yang terjadi pada pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus, dan dituturkan melalui gaya ekspositori dengan
pendekatan naratif struktur cerita tiga babak. Film ini bercerita tentang kisah Ibu Diah seorang Guru Pembimbing Khusus di SDN 03 Banyudono, Boyolali yang
berjuang untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang ideal bagi siswa-siswanya dengan segala keterbatasan yang ada. Metode yang digunakan dalam pembuatan film dokumenter ini melalui tahapan penentuan tema, riset, penentuan cerita,
pembuatan jadwal produksi, dan penentuan alat kerja pada tahap praproduksi, pengambilan gambar pada tahap produksi, serta editing hasil produksi pada tahap
pascaproduksi. Penyutradaraan film dokumenter dengan gaya ekspositori dan pendekatan naratif yang dibagi menjadi struktur cerita tiga babak ini merupakan penerapan dari unsur plot dalam pendekatan naratif. Penerapan gaya dan
pendekatan tersebut dipilih untuk membantu penonton memahami cerita agar lebih mengerti permasalahan yang dialami GPK di sekolah inklusi dengan baik.