Abstract :
Perkembangan musik Indonesia terutama musik kontemporer,
mengalami perubahan secara terus menerus. Sebagian pemahaman orang,
musik kontemporer selalu dikaitkan dengan konsep bermusiknya. Banyak
orang beranggapan bahwa suatu karya musik yang memadukan antara dua
budaya musik, dapat memberi pengertian bahwa itu musik kontemporer,
padahal tidak demikian adanya. Salah satu seniman musik kontemporer
yang cukup dikenal di kota Solo adalah Dwi Priyo Sumarto. Ia dengan Grup
Kemlaka Sound of Archipelago memadukan beberapa musik etnik ke dalam
karya-karyanya. Hal yang menarik adalah pada karya lagu ?Gila TV?
dengan konsep easy listening. Skripsi berjudul ?Proses Kreatif Dwi Priyo
Sumarto dalam Group Kemlaka Sound of Archipelago (Studi Kasus Lagu
Gila TV)? ini merupakan skripsi yang memfokuskan kajiannya pada
persoalan proses kreatif. Tujuan skripsi ini yaitu mengungkap munculnya
konsep musik etnik oleh Dwi Priyo Sumarto dengan Group Kemlaka Sound
of Archipelago, mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi proses
kreatif terhadap karya-karyanya, dan mengetahui bentuk musik lagu ?Gila
TV?.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk
mengungkapnya secara deskriptif dan interpretatif. Sumber data dalam
penelitian terdiri dari sumber data primer, yaitu sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data, dan sember data sekunder
merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada
pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Landasan
teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini adalah teori garap
menurut Rahayu Supanggah, dan teori musik barat oleh Genichi Kawakami.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan
bahwa tujuan dari Dwi Priyo Sumarto berkarya adalah melestarikan
keberagaman musik etnik tradisional di Indonesia. Selain itu, penggabungan
musik-musik etnik Nusantara di dalam karya-karya Dwi Priyo Sumarto
dengan Group Kemlaka Sound of Archipelago dijadikan sebagai konsep
dasar dan ciri khas. Oleh karena itu tercipta nama ?Sound of Archipelago?,
yang juga digunakan sebagai konsep musik dari kelompok musik ini. Proses
kreatif dalam penciptaan karya oleh Dwi Priyo Sumarto dipengaruhi oleh
tiga faktor yaitu ide, faktor apresiasi, dan penuangan ide dalam bentuk
karya.