Abstract :
Lakon Dag Dig Dug karya Putu Wijaya mengisahkan sepasang
suami istri lanjut usia. Masing-masing tokoh memiliki sifat keras kepala.
Dimana sang suami merupakan seorang yang pelupa, dan sang istri
merupakan seorang yang kasar dan pemarah. Banyak sekali pertengkaranantara keduanya karena masalah sepele, dan akan mereda dengan
sendirinya. Tidak banyak lagi yang bisa mereka lakukan selain menunggu
hari kematian. Berbagai persiapan hari kematian pun mereka siapkan,
dari membeli peti mati, marmer, sampai memilih tukang gali kubur Lanjut usia atau tua adalah tahap akhir perkembangan pada
kehidupan manusia. Menjadi tua juga dapat dikatakan sebagai usia emas
karena tidak semua orang dapat mencapai usia tersebut. Tetapi pada usia
ini manusia mengalami penurunan fisik, psikologis, maupun sosial.
Keadaan ini cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan
penyakit fisik dan mental. Seperti lupa ingatan atau pikun merupakan
penyakit yang tidak bisa lepas dari kebanyakan orang yang berusia lanjut.
Secara mental orang-orang tua sering mengalami kecemasan yang muncul
karena adanya perasaan khawatir dan takut terhadap kematian.
Segala sesuatu yang bernyawa tentu akan mengalami kematian,
kematian merupakan sebuah ketetapan yang tidak bisa diganggu gugat.
Sudah jelas, sebelum kita dilahirkan, kita telah melakuakan perjanjian
yang isinya tentang jalan kehidupan yang akan kita tempuh termasuk
kematian.