Abstract :
Melalui pemikiran bahwa eksplorasi gaya karawitan dapat
dikembangkan dalam bentuk ujian, penyaji berusaha mengoptimalkan
tenaga dan pikiran dalam usaha pencarian data gending yang dapat
dipertanggungjawabkan kevalidan dan kesesuaian garap-garap yang
disajikan. Pengembangan dilakukan bukan dengan mengubah secara
utuh, namun dengan memberikan garap?garap baru yang sebelumnya
belum pernah disajikan pada gending tersebut, dan tentunya tidak
melanggar aturan atau konsep tradisi penyajian gending.
Dalam penyajian tugas akhir ini, penyaji terinspirasi dari gendinggending
yang ditulis oleh Mlayawidada. Sebagian besar gending-gendingtulisan Mlayawidada ternyata jarang disajikan dalam pementasan
karawitan. Berawal dari hal tersebut, kemudian muncul ide, gagasan, dan
pemikiran untuk menyajikan gending-gending dimaksud. Oleh karena
itu, gending yang disajikan adalah gending-gending yang memiliki
keunikan garap, kelangkaan, dan kerumitan garap.
Dalam penyajian ini juga digunakan konsep alih pathet dan alih
laras, yang akan diterapkan pada sajian gending klenèngan. Konsep alih
pathet dan alih laras ini bukan hanya sekedar notasi balungan yang
dialihkan ke pathet atau laras yang berbeda, tetapi tetap
mempertimbangkan alur lagu. Dalam sajian tersebut, terdapat gending
yang dialih pathet, yaitu ladrang Gegot yang berlaras induk pélog pathet nem
disajikan ke dalam laras pélog pathet barang. Alih laras dalam sajian ini
diterapkan pada ayak Mijil Larasati. Berdasarkan peninjauan yang telah
dilakukan penyaji, ayak Mijil Larasati laras pélog pathét barang belum pernah
disajikan sebagai materi tugas akhir. Hal tersebut kemudian
memunculkan gagasan untuk menyajikan ayak Mijil Larasati dalam laras
pélog pathet barang.
Selain alih pathet dan alih laras, penyajian ini juga akan menyajikan
konsep mrabot. Mrabot merupakan sajian yang terdiri dari rangkaian
gending dengan struktur yang berbeda, yang dirangkai menjadi sebuah
satu kesatuan rasa. Sajian mrabot merupakan sajian garap yang lengkap,
karena di dalamnya terdapat bebeapa bentuk gending antara lain jineman,mérong, inggah, ladrang, ayak-ayak, srepegan, dan palaran. Konsep mrabot ini
memiliki tantangan tersendiri bagi penyaji karena harus menyusun
gending dengan struktur yang berbeda tetapi harus memiliki karakter
atau rasa yang sama.