Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Mahargyani, Dini Putri Nur
Subject
Tari
Datestamp
2018-12-27 07:49:51
Abstract :
Tari Angguk merupakan tari tradisional yang ada di Kabupaten
Grobogan yang bernafaskan Islami. Tari Angguk Grobogan pada tahun 2013
telah di reinterpretasi oleh Warsito.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pertunjukan serta
reinterpretasi Warsito pada Tari Angguk Grobogan. Untuk menjawab
permasalahan mengenai bentuk menggunakan teori bentuk Susan K. Langer,
untuk menjawab mengenai reinterpretasi Warsito menggunakan konsep
kreaktivitas Rhodes yang dikutip oleh Utami Munandar. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi.
Penyusunan kembali Tari Angguk Grobogan oleh Warsito tidak lepas
dari kondisi sosial masyarakat serta perubahan selera pada saat itu. salah
satu pertimbangan yang sangat penting dalam mereinterpretasi Tari Angguk
Grobogan Warsito menggunakan estetika seni pertunjukan. Tari Angguk
Grobogan hasil reinterpretasi Warsito, dalam pertunjukannya terbagi
menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian tengah dan bagian akhir yang
terjalin dari Elemen-elemen dan dikemas dengan penuh variasi dan dinamis
serta tidak meninggalkan sifat kerakyatannya. Proses Kreaktivitas Warsito
dalam mereinterpretasi Tari Angguk Grobogan, dapat dilihat pada Pribadi
(Person), pendorong (Press), proses (process), produk (product).
Pemerintah Kabupaten Grobogan sangat mendukung adanya
Reinterpretasi Tari Angguk Grobogan hal ini dapat dilihat bahwa Tari
Angguk Grobogan dijadikan duta seni dan merupakan ciri khas tari
Kabupaten Grobogan, sebagai bahan ajar di SMP/SMK se Kabupaten
Grobogan. Selain itu Tari Angguk Grobogan lebih dikenal lagi oleh
masyarakat luas melalui Workshop, dan pertunjukan-pertunjukan dalam
acara-acara atau event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah.