DETAIL DOCUMENT
KELOMPOK SHOLAWAT REBANA GEMPPI DI DESA MALIRAN KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR: STUDI PERUBAHAN GENRE REBANA TULEN MENJADI ALA CAMPURSARI
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
MARTAVINA, YETI
Subject
Etnomusikologi 
Datestamp
2019-01-03 07:59:53 
Abstract :
ABSTRAK Skripsi dengan judul ?Kelompok Sholawat Rebana Gemppi di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar: Studi Perubahan Genre Rebana Tulen menjadi Ala Campursari? dilatarbelakangi dari ketertarikan penulis terhadap kesenian sholawat yang diiringi dengan musik ala campursari. Hadirnya instrumen angklung dalam sajian sholawat menjadikan kesenian Islam tersebut sekilas terdengar seperti musik dalam kesenian jaranan. Tidak ditemukan kesenian sholawat yang menggunakan musik angklung seperti yang ada pada kelompok sholawat rebana Gemppi. Selain memiliki warna musik yang khas, kelompok sholawat rebana Gemppi juga masih mempertahankan bentuk musik yang lama, yakni musik rebana atau trebangan. Oleh sebab itu penulis ingin mengetahui apa motivasi di balik perubahan musik tersebut. Untuk mengetahui proses perubahan musik serta alasan perubahan musik pada kelompok sholawat rebana Gemppi, maka digunakanlah pemikiran Merriam tentang teori perubahan. Metode kualitatif dipilih guna membahas aspek tekstual dan kontekstual dalam penelitian ini. Sedangkan pendekatannya menggunakan etnografi guna mengetahui informasi secara dalam dari para pelaku kesenian. Melalui penelitian ini, penulis mencari tahu tentang bagaimana proses perkembangan kelompok sholawat rebana Gemppi dan apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, perubahan yang terjadi dikarenakan adanya motivasi untuk berkembang serta untuk mempertahankan kelompok itu sendiri. Dengan demikian mereka tetap dapat menyebarkan ajaran Islam melalui seni sholawat yang digunakan sebagai media dakwah dan di dalamnya mengajarkan tentang kebaikan. Kata kunci: studi perubahan, sholawat rebana, Gemppi. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Surakarta