Abstract :
Penelitian ini membahas tentang Sistem Juragan Pada Padepokan
Asmarabangun dalam Pertunjukan Wayang Topeng Malang
Kedungmonggo Versi Suroso. Rumusan masalah (1) bagaimana sistem
juragan diterapkan oleh Suroso dalam kelompok Wayang Topeng Malang
Kedungmonggo, (2) bagaimana sistem pengelolaan itu berpengaruh
terhadap pilihan-pilihan artistik pertunjukan?
Penelitian ini menggunakan fenomenologi presepsi yang
dikemukakan oleh Maurice Merlau-Ponty. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka,
observasi, studi dokumentasi, dan wawancara.
Hasil dari penelitian ini bahwa sistem juragan yang diterapkan oleh
Suroso pada Padepokan Asmarabangun berpengaruh penting terhadap
pilihan artistic yang dihadirkan dalam setiap pertunjukan, karena
pemikiran bersumber dari satu orang yaitu, Suroso. Sistem Juragan yang
diterapkan pada Padepokan Asmarabangun bersifat Demokratis dengan
mempertimbangkan kesepakatan dari para anggota.
Kata Kunci: sistem juragan, Wayang Topeng Malang Kedungmonggo, Suroso.