Abstract :
ABSTRAK
Penelitian berjudul ?Makna Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas
Harapan? ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-laki dan makna
mitos tokoh perempuan dalam lakon Abdulmuluk Jauhari. Dengan menggunakan teori semiotika untuk
menjawab permasalahan tersebut maka peneliti membuat beberapa pertanyaan dalam rumusan masalah yang
berkaitan dengan: 1. Bagaimana eksistensi teater Dulmuluk kelompok Tunas Harapan, 2. Bagaimana
materi mitos wicara tokoh perempuan dalam lakon Abdulmuluk Jauhari pertunjukan teater Dulmuluk
kelompok Tunas Harapan, dan 3. Apa makna mitos tokoh perempuan yang hadir dalam lakon Abdulmuluk
Jauhari pertunjukan teater Dulmuluk kelompok Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan teori
semiotika Roland Barthes untuk melihat analisis tokoh perempuan dalam lakon Abdulmuluk Jauhari.
Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yaitu (1) Teater Dulmuluk kelompok Tunas Harapan
merupakan salah satu kelompok yang eksis dan masih terus dinikmati masyarakat dan masih menggunakan
nilai tradisi dalam pertunjukannya. Kelompok ini menampilkan pertunjukan dengan iringan musik
sederhana, dialog menggunakan syair, dan tetap menampilkan tokoh perempuan yang dimainkan oleh
aktor laki-laki. (2) Tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-laki menampilkan sosok
perempuan dengan menggunakan kostum, make-up, hair style, gerak dan nada yang menyerupai perempuan.
Tunas Harapan dalam menampilkan tokoh perempuan melalui aktor laki- laki memiliki simbol-simbol
kebudayaan yang disampaikan melalui tokoh perempuan. (3) Tunas Harapan menampilkan tokoh perempuan
berdasarkan ideologi gender yang menghadirkan makna perempuan, yaitu perempuan sebagai kesetaraan
gender, perempuan sebagai sosok pemberani, perempuan sebagai sosok penguasa, dan perempuan sebagai
penyelamat.
Kata Kunci: Teater Dulmuluk, Tokoh Perempuan, Makna Mitos.