Abstract :
ABSTRAK
Judul penelitian Konsep Batalun Dalam Penyajian Talempong
Renjeang Anam Salabuhan Di Luhak Nan Tigo Minangkabau. Batalun mempunyai makna tersendiri ?
kekhususan, karena objeknya berada dalam penyajian talempong renjeang anam salabuhan, dan pelakunya
terlibat dalam peristiwa estetik. Penelitian ini bertujuan membahas unsur-unsur estetika yang
meliputi unsur pendukung, prinsip musikal; batalun sebagai ekspresi kebudayaan dalam masyarakat
Luhak Nan Tigo Minangkabau; visualisasi batalun dalam bentuk dan struktur penyajian talempong di
Luhak Nan Tigo Minangkabau.
Langkah-langkah pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokomen. Ulasan yang menyangkut
analisis dalam penelitian ini, lebih ditekankan pada bentuk interaksi analisis. Interaksi analisis
dilakukan untuk memaknai data empiris, baik dalam bentuk data kualitatif yang dibantu dengan data
kuantitatif, guna mendapatkan hasil yang akurat, berupa klasifikasi dan identifikasi data. Model
analisis data kualitatif yang dibantu dengan data kuantitatif menggunakan landasan konseptual yang
dikonstruk dari pengalaman dan kesadaran ? pengetahuan empiris ? seniman talempong pada satu sisi
dan pola tiga dalam konsep kebudayaan masyarakat Luhak Nan Tigo Minangkabau.
Hasil analisis menjelaskan bahwa batalun menempati kedudukan penting dalam estetika penyajian
talempong rejeang anam salabuhan di Luhak Nan Tigo Minangkabau. Unsur pembentuk konsep batalun
yaitu: kualitas fisik, mangkoan bunyi (sistem pelarasan), kiek (kiat) ? kemampuan teknis, dan raso.
Batalun dalam diri pemain dapat diwujudkan melalui penguasaan teknik, kemampuan musikal, dan
ekspresi musikal. Batalun menjadi dasar penjiwaan dalam penyajian talempong renjeang anam salabuhan
di Luhak Nan Tigo. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa batalun menjadi orientasi estetik dan
juga sebagai dasar penilaian berhasil tidaknya penyajian talempong renjeang anam salabuhan di Luhak
Nan Tigo Minangkabau.
(Kata Kunci: batalun, talempong renjeang anam salabuhan, Luhak Nan Tigo,
Minangkabau)