Abstract :
Tari Rereyogan merupakan tari kreasi yang diciptakan Untung
Muljono pada tahun 1991. Tarian ini terinspirasi dari tari tradisi
masyarakat Tulungagung yaitu tari Reyog Gemblug. Tari Rereyogan
merupakan tarian kelompok yang ditarikan oleh remaja putri.
Penelitian mengenai Tari Rereyogan di Sanggar Kembang Sore
Ditinjau dari Aspek Sosial Budaya yang menggunakan teori sosiologi
budaya dari William, konsep bentuk sajian dari Y. Sumandiyo Hadi, dan
Kreativitas Untung Muljono menggunakan teori kreativitas dari
Munandar. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosial budaya dengan
metode kualitatif dimana dalam metode ini bertujuan untuk memperoleh
deskripsi dan analisis yang mendalam sehingga dapat memberikan
gambaran dan memaparkan data mengenai Tari Rereyogan di Sanggar
Kembang Sore di Tinjau dari Aspek Sosial Budaya, melalui tahap
pengumpulan data yang mengacu model Moleong dengan cara observasi,
study pustaka, wawancara, tahap analisis data, tahap penyusunan
laporan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk sajian tari
Rereyogan di Sanggar Kembang Sore, Kreativitas Untung Muljono dalam
tari Rereyogan serta menganalisis sosial budaya meliputi kelembagaan, isi
budaya, dan efek budaya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sosial budaya meliputi
kelembagaan, isi budaya, dan efek budaya. Dalam Kelembagaan terdapat
managemen sanggar meliputi perencanaan, penggerakan,
pengorganisasian, dan pengawasan. Isi budaya meliputi tujuan tari
Rereyogan diciptakan untuk melestarikan tari tradisi agar tidak punah,
dan yang terahir efek budaya meliputi belajar di Sanggar Kembang Sore
melalui tari Rereyogan sebagai pendidikan untuk anak.
Kata kunci: Rereyogan, bentuk sajian, Sosial Budaya.