Abstract :
Aria Kusumadewa adalah seorang sutradara kelahiran Lampung, 27
September 1963. Dia menciptakan film untuk mengingatkan bahwa banyak ruangruang
kehidupan di Indonesia sudah mati terutama pada jaman Orde Baru. Karena
film digunakan untuk merekam elemen kehidupan maka harus ada landasan kejujuran
dan tanggung jawab dari sutradara dalam merefleksikan kehidupan atas
pengalamannya. Film Beth bercerita tentang hubungan percintaan Pesta dan Beth
yang dipaksa berpisah oleh ayah Beth karena perbedaan kelas. Aria merefleksikan
cerita film ini terhadap ideologinya dalam melihat sebuah kehidupan pada tahun 1992
sampai tahun 2000-an. Oleh sebab itu, rumah sakit jiwa menjadi ruang alternatif yang
dipilih oleh Aria Kusumadewa untuk menarasikan sebuah siklus kehidupan yang
jujur. Film adalah sebuah media yang digunakan sebagai sarana untuk merekam
elemen kehidupan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
merekam proses kreatif sutradara dalam menjalankan konsep Ideology State
Aparratus yang dikemukan oleh Louis Althusser. Ideologi menurut Louis Althusser
adalah sistem gagasan dari berbagai macam representasi yang mendominasi benak
manusia. Data dalam penelitian ini didapat dari keseluruhan film Beth serta gagasan
hidup Aria Kusumadewa yang dijadikan sebagai konsep kreatif melalui metode
wawancara. Kesimpulan yang dapat disimpulkan dari ideologi Aria Kusumadewa
pada konsep kreatif film Beth adalah film Beth menjadi harapan sutradara untuk
memberikan sebuah solusi tentang ruang kehidupan yang seharusnya digunakan
manusia untuk menyikapi sebuah persoalan dengan baik tanpa adanya unsur
kekerasan dan mengungkapkan kata cinta berlandaskan kesederhanaan.
Kata Kunci : Ideologi, Aria Kusumadewa, Konsep Kreatif