Abstract :
Tari Maeswara Swatantra Anjuk Ladang merupakan tari kreasi baru yang
diciptakan oleh Didik Purwanto di Kabupaten Nganjuk. Tari ini ditarikan
oleh 7 penari perempuan dengan menggunakan properti bokor. Penelitian
ini pada dasarnya akan mengungkap mengenai bentuk dan fungsi Tari
Maeswara Swatantra Anjuk Ladang di Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan landasan teori untuk membedah
permasalahan bentuk digunakan konsep Sri Rochana
Widyastutieningrum tentang bentuk fisik dan bentuk ungkap. Untuk
membedah permasalahan fungsi, penelian ini menggunakan teori fungsi
Soedarsono tentang fungsi pertunjukan dibagi menjadi dua yaitu fungsi
primer dan fungsi sekunder. Fungsi primer dibagi menjadi 3 yaitu (1)
Sebagai sarana ritual, (2) sebagai sarana hiburan pribadi dan (sebagai
sarana presentasi estetis. Sedangkan fungsi sekunder merupakan fungsi
tambahan seperti seni sebagai pendidikan, propaganda, legistimasi, dan
identitas suatu daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi melewati
berbagai tahap yaitu observasi, pengumpulan data dan penulisan data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Maeswara Swatantra Anjuk
Ladang merupakan tari kelompok bertema yang berfungsi sebagai
penyambutan tamu sekaligus sebagai pencitraan daerah Kabupaten
Nganjuk.