Abstract :
SEPASMA (Sepasar Ing Madiun) merupakan event seni budaya terbesar yang
dimiliki Kabupaten Madiun. Sebagai bagian dari ikon pariwisata daerah yang
mampu menumbuhkembangkan keberagaman potensi yang ada, event SEPASMA
(Sepasar Ing Madiun) membutuhkan suatu rancangan visual branding dan
promosi agar semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Metode penelitian
yang digunakan dalam perancangan ini adalah kualitatif dengan analisis SWOT.
Perancangan mengadaptasi metode milik Rustan dan Sanyoto yang telah
dimodifikasi dan disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat
menghasilkan desain yang menarik, efektif, dan komunikatif sesuai dengan
kebutuhan. Dongkrek yang merupakan kesenian khas Kabupaten Madiun
dijadikan sebagai ide kreatif perancangan guna memperkuat identitas event
tersebut sebagai bagian dari representasi Kabupaten Madiun. Pada perancangan
visual branding, tokoh pemeran dan gerak tarian kesenian Dongkrek dideformasi
menjadi elemen logogram dengan gaya dan format konstruktif. Warna merah dan
kuning pada topeng kesenian Dongkrek juga diadaptasi sebagai warna korporat.
Pada perancangan promosi, kesenian Dongkrek dijadikan sebagai unsur visual
utama guna menambah daya tarik iklan. Kedua jenis pendekatan iklan soft selling
dan hard selling digunakan untuk semakin meningkatkan efektivitas iklan.
Adapun hasil dari keseluruhan perancangan ini adalah berupa sistem identitas
visual yang terdiri dari logo, tagline, warna, tipografi, secondary graphic, icon
system, stationery, serta pengimplementasiannya ke berbagai media promosi yang
mampu menjangkau target audience, seperti billboard, print ad, TVC, digital
advertising, merchandise, dan atribut event. Dengan melakukan promosi secara
terkonsep, berkala dan terjadwal diharapkan brand awareness terhadap event
SEPASMA (Sepasar ing Madiun) dapat meningkat hingga menjadikannya top of
mind di benak masyarakat.
Kata kunci: Event SEPASMA (Sepasar Ing Madiun), Kesenian Dongkrek, Visual branding, Promosi.