Institusion
Institut Seni Indonesia Surakarta
Author
Fitriana, Arlinda Ardiyati
Subject
Teater
Datestamp
2019-08-15 05:22:19
Abstract :
Skripsi ini berjudul Teknik Humor Pada Acara Angkringan Episode
Paseduluran Ndesa di TVRI Yogyakarta. Salah satu hal yang menarik dari
acara Angkringan adalah selalu disajikan dalam bentuk humor.
Penelitian ini bertujuan mengungkap permasalahan tentang 1) Bagaimana
sajian program Angkringan di TVRI Yogyakarta episode Paseduluran Ndesa;
2) Bagaimana teknik-teknik humor dalam Acara Angkringan di TVRI
Yogyakarta episode Paseduluran Ndesa. Kedua permasalahan tersebut
dikaji menggunakan teori Victor Raskin yang berjudul Semantic
Mechanisms of Humor mengenai teknik-teknik yang digunakan dalam
humor. Analisis penelitian ini bersifat deskriptif dengan model analisis
kualitatif, yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui langkahlangkah
observasi dan studi pustaka. Data mengenai teknik humor yang
digunakan dalam program acara Angkringan Episode Paseduluran Ndesa
di TVRI Yogyakarta disusun dengan cara sistematis dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Angkringan pada mulanya
bernama Obrolan Angkring yang berdiri sejak 21 April 1997. Pada tahun
2012 acara tersebut berganti nama menjadi Angkringan, dengan alasan
karena sudah ada acara dengan nama Obrolan Balai Kota. Kedua, sajian
Acara Angkringan episode Paseduluran Ndesa dibagi menjadi empat
bagian yaitu: 1. Pengenalan para penonton yang diundang ke studio
dalam bentuk interaksi antara pemain dengan penonton. 2. Adegan Dalijo
dan Mbah Kenyut yang sedang beradu keahlian dalam bermain tebaktebakan
yang dilanjutkan dengan penjelasan tentang program sister village
dari BPBD Kabupaten Sleman. 3. Guyonan antara pemain yaitu Pawira,
Gigi, dan Trinil. Pawira berperan sebagai seorang pengajar atau seorang
guru pada salah satu program kerja BPBD Kabupaten Sleman. 4.
Membantu korban erupsi gunung Merapi, serta adanya penjelasan
mengenai program paseduluran Ndesa oleh beberapa bintang tamu dari
BKSD Sleman. Bagian ini dibuka oleh Mbah Kenyut yang mendukung
Serundeng yang punya gagasan akan membantu korban erupsi gunung
merapi. Hasil yang ketiga, teknik humor yang digunakan pada acara
Angkringan episode Paseduluran Ndesa adalah: 1. Ridicule yaitu humor
yang berisi ejekan, tertawaan, cemoohan. 2. Riddle yaitu kelompok kalimat
atau kata yang disusun berupa teka teki dengan jawaban yang tidak
diharapkan sehingga menimbulkan kelucuan. 3. Conundrum atau punning
riddle yaitu teka-teki yang bersifat permainan kata. 4. Pun yaitu permainan
kata-kata murni bukan berupa teka-teki yang ada pada beberapa
kebudayaan.
Kata kuncu: Teknik Humor, Angkringan, Humor