Abstract :
Skripsi ini membahas tentang aktualisasi musik pakeliran Trijono.
Trijono merupakan dalang wayang kulit dan pemain ketoprak yang berasal
dari Desa Soka, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Pada awalnya Trijono
mengunakan mementaskan wayang dengan iringan pakeliran kaset pita
tahun 1997. Iringan pakeliran kaset pita digunakan hanya sampai pada tahun
2002 diganti menggunakan musik pakeliran campursari dan musik pakeliran
campursari masih digunakan sampai sekarang. Hal terebut merupakan
proses aktualisasi yang dibahas dalam skripsi ini. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui garap musik pakeliran Trijono dan faktor-fator yang
mempengaruhi Trijono memilih musik pakeliran menggunakan kaset pita
dan campursari. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini antara lain
tentang bentuk musik pakeliran Trijono serta faktor pendorong Trijono
dalam memilih musik pakeliran.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut menggunakan konsep aktualisasi
Majone dan Widavsky, garap Rahayu Supanggah dan konsep perubahan
Koentjaraningrat. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun langkah-langkah yang
dilakukan peneliti untuk memahami dan membahas permasalahan yang
terdapat pada objek penelitian yaitu penggumpulan data (wawancara,
observasi, dan studi pustaka), analisis data, dan penyusunan laporan berupa
skripsi.
Hasil dari aktualisasi tersebut adalah Trijono menggunakan campursari
sebagai musik pakeliran. Keputusan Trijono dalam memilih musik pakeliran
campursari tidak terlepas dari dua sisi, yakni faktor dari dalang dan faktor
dari masyarakat. Faktor dari dalang meliputi terbatasnya dalam memainkan
wayang, popularitas Trijono, adanya grup campurari di Desa Soka dan,
kreativitas Trijono. Faktor dari masyarakat meliputi selera masyarakat dan
ekonomi masyarakat.
Kata kunci : aktualisasi, karawitan pakeilran, campursari, faktor pendorong