Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap fungsi
pada kesenian Gandhong di Desa Bangun Kecamatan Munjungan
Kabupaten Trenggalek. Struktur sosial mengakibatkan terbentuknya
beragam fungsi dalam kesenian Gandhong. Kelompok kesenian
Gandhong berusaha mempertahankan keberadaannya dengan tujuan
mendapatkan kepopuleran dan mengoptimalkan struktur sajiannya
sebagai upaya menjaga kualitas di masyarakat dengan tetap
mempertimbangkan kearifan lokal dari leluhur. Rumusan masalah yang
menjadi fokus bahasan, yaitu 1) Bagaimana fungsi kesenian Gandhong?
dan 2) Mengapa kesenian Gandhong mempunyai beragam fungsi?.
Penelitian ini menggunakan konsep garap Rahayu Supanggah untuk
mengupas permasalahan terkait garap musikalnya. Penelitian ini
menggunakan teori evolusi multilinear milik Julian Steward. Menurut
Steward tahapan analitik untuk membaca kasus perkembangan yaitu
melakukan perbandingan, menelusuri hubungan kausal, dan melihat
secara mendalam manusia dalam lingkungan berdasarkan kronologinya.
Sementara itu metode dan teknik analisis yang digunakan adalah metode
kualitatif dan deskriptif-interpretatif. Konsep Struktur dan Fungsi milik
Radcliffe Brown juga digunakan dalam penelitian ini untuk memperkuat
analisis unsur-unsur pembentuk fungsi kesenian Gandhong. Radcliffe
menjelaskan bahwa fungsi terbentuk berdasarkan aktivitas dari
masyarakat dengan tujuan untuk menjaga keutuhan struktur masyarakat.
Pembentukan fungsi kesenian Gandhong terjadi karena adanya
unsur-unsur pendorong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi
kesenian Gandhong mempunyai benang merah dengan struktur sosial di
Desa Bangun. Kesenian Gandhong menjadi bagian penting dalam
kehidupan masyarakat Desa Bangun ditunjukkan dengan beragam
fungsinya, yaitu sebagai alat komunikasi, simbol, media ritual, hiburan
dan identitas.
Kata Kunci : Fungsi, unsur pembentuk, dan Kesenian Gandhong