Abstract :
Trenggiling jawa memberikan inspirasi pada penulis, karena
memiliki bentuk yang menarik, dan mewakili simbol lingkaring urip.
Trenggiling adalah hewan mamalia yang unik karena sisik yang tersusun
melapisi seluruh bagian tubuhnya. Motif trenggiling yang akan
diterapkan pada karya tosan aji berupa keris. Keris yang syarat akan
makna nilai tersebut memberikan inspirasi penulis untuk diterapkan
dengan ide dasar berupa motif trenggiling.
Metode dalam penciptaan tugas akhir ini meliputi tahap eksplorasi,
tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Tahap eksplorasi meliputi
obervasi, studi pustaka dan wawancara. Perancangan meliputi analisis
dan sketsa alternatif, pewujudan meliputi penerapan pada bahan material
berupa besi dan baja dan pewujudan motif trenggiling menggunakan
teknik tinatah.
Senjata tradisional khususnya keris mengalami perkembangan dari
bentuk dan karakternya seiring dengan kemajuan zaman. Dalam tugas
akhir ini penulis membuat keris kreasi baru, mengabungkan motif
trenggiling pada keris dengan teknik tinatah.
Hasil dari tugas akhir ini adalah berupa tiga keris yakni keris dhapur
Trenggiling sisik wojo, keris dhapur Trenggiling lingkaring urip, keris
dhapur manis javanica.
Makna keris dhapur trenggiling sisik waja sebagai simbolisasi jati
diri yang bisa menjaga hawa nafsu, emosi dan ego.
Makna keris dhapur trenggiling lingkaring urip memiliki makna
seperti luk keris pada umumnya bahwa kehidupan setiap manusia
memiliki lika-liku hidup. Lingkaring urip tersebut merupakan falsafah
Jawa yang artinya titik nyala. Titik nyala tersebut merupakan filosofi pada
bahan arang jati yang digunakan untuk proses pembakaran keris bahwa
api yang menyala bukan berarti harus membakar dan memusnahkan, namun api sebagai cahaya yang selalu menyala dan menyinari setiap langkah kehidupan. Makna keris dhapur manis javanica sebagai simbolisasi ketenangan. Maksudnya ketenangan tersebut tertuju pada ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan.
Kata kunci: Trenggiling, tinatah, keris