Abstract :
INTISARI
WANDA FIGUR GATOTKACA DALAM WAYANG KULIT PURWA
GAYA SURAKARTA. Penelitian disertasi ini mengkaji figur wanda
Gatotkaca wayang kulit purwa gaya Surakarta dalam kebudayaan Jawa.
Kajian ini difokuskan pada wanda figur Gatotkaca dalam wayang kulit
purwa gaya Surakarta yang berpusat pada kemunculuan wanda, bentuk
dan unsur estetika visual serta penerapan wanda Gatotkaca pada
pertunjukan wayang kulit purwa gaya Surakarta. Penelitian ini
menggunakan pendekatan holistik, emik, estetika, dan ikonografi,
ikonometri, dengan metode sejarah, metode analisis interaksi, dan
ikonometri. Metode pendukungnya adalah hermeneutik dan intepretatif.
Penelitian ini berfokus pada bentuk visual wanda-wanda wayang figur
Gatotkaca di daerah Surakarta dengan sampel koleksi Bambang Suwarno.
Terdapat tujuh wanda yang telah ditemukan dan dianalisis dalam
penelitian ini; wanda Guntur, wanda Thathit, wanda Kilat, wanda Gelap,
wanda Manten, wanda Bedhug, dan wanda Ratu.
Ada 3 hal yang dipertanyakan dalam penelitian ini; (1) munculnya wanda
wayang tokoh Gatotkaca pada wayang kulit purwa gaya Surakarta; (2)
bentuk wanda Gatotkaca pada wayang kulit purwa gaya Surakarta; (3)
penerapan wanda figur Gatotkaca pada pertunjukan wayang kulit purwa
gaya Surakarta.
Penelitian ini menjabarkan alasan munculnya wanda wayang Gatotkaca
yaitu (1) permintaan penguasa dan dalang; (2) kebutuhan lakon; (3)
kreativitas dalam pembuatan wayang wanda Gatotkaca. Penggunaan
wanda juga mempengaruhi sifat adegan pada pakeliran lakon yang
memainkan tokoh Gatotkaca. Unsur wanda Gatotkaca pada figur wayang
kulit purwa figur Gatotkaca ada empat yaitu (1) kapangan; (2) posisi
kepala dan wajah; (3) busana dan atribut; (4) warna figur. Disertasi ini
mendapatkan bahwa penerapan wanda figur Gatotkaca pada pertunjukan
wayang kulit purwa gaya Surakarta: (1) wanda digunakan pada semua
lakon pada pakeliran wayang kulit purwa gaya Surakarta sesuai dengan
situasi dan kondisi; (2) wanda tertentu disesuaikan dengan karakter dari
sifat dasar dari wanda sesuai warna dan bentuk perupaan; (3) Penggunaan
wanda sesuai dengan selera dan kemahiran dalang, atau kreasi dalang
dalam menyelaraskan peristiwa menyajikan atau mempergelarkan
pakeliran, dengan lakon yang dibawakan.
Kata kunci: wanda, Gatotkaca, wayang kulit purwa, wayang