Abstract :
Penelitian berjudul ?Peran Amir Yusuf dalam mempopulerkan
Kesenian Jamjaneng di Desa Peniron Pejagoan Kebumen?, bertujuan
untuk menggali strategi-strategi yang diterapkan oleh Amir Yusuf yang
membuat kesenian Jamjaneng mencapai popularitasnya di Desa Peniron.
Strategi-strategi yang diterapkan oleh Amir Yusuf membuka kesempatan
untuk memperluas dakwahnya kepada masyarakat kejawèn, yang
memiliki keyakinan kuat akan budaya mitis dan nilai-nilai yang
diwariskan oleh para leluhurnya. Di samping budaya mitis, populernya
kesenian Jamjaneng ditopang oleh kreatifitas Amir Yusuf dalam
mengaransemen dan membuat teks lagu-lagu kesenian Jamjaneng.
Pendekatan kualitatif, menjadi alat utama dalam penelitian ini, guna
menggali pandangan emik dari para pelaku dan masyarakat terkait
dengan keberadaan dan ekspresi dalam kesenian Jamjaneng di Desa
Peniron, penggunaannya didukung oleh teori Pierre Bourdieu, yaitu teori
Habitus yang mencakup Modal, Arena dan Praktik.
Teori Habitus, digunakan peneliti untuk menggambarkan kesenian
Jamjaneng sebagai susunan terstruktur yang dapat di wariskan dan dapat
membuat praksis-praksis baru dalam kehidupan masyarakat Desa
Peniron. Modal, digunakan peneliti untuk menggambarkan berbagai
peran Amir Yusuf, dalam masyarakat di Desa Peniron yang membuat
tokoh tersebut menempati posisi-posisi sosial dalam masyarakat dan
berdampak pada diterimanya kesenian Jamjaneng di seluruh lapisan
masyarakat, termasuk oleh masyarakat kejawèn yang mempunyai
kepercayaan terhadap budaya mitis. Arena, digunakan peneliti untuk
menggambarkan realitas sosial dalam kehidupan masyarakat Desa
Peniron. Praktik, digunakan peneliti untuk mengurai strategi-strategi
Amir Yusuf yang berdampak pada populernya kesenian Jamjaneng di
Desa Peniron.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa, kontribusi kesenian Jamjaneng
sangat besar untuk mengajarkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan
masyarakat di Desa Peniron. Hal ini tidak luput dari peran Amir Yusuf.
Strategi Amir Yusuf menggunakan sesaji dalam lagu kesenian Jamjaneng
berhasil membuat kesenian ini diterima di masyarakat kejawèn di Desa
Peniron. Janeng putri digunakan dengan aransemen-aransemen dan teks
lagu kreasi Amir Yusuf membuat kesenian Jamjaneng diterima di semua
lapisan masyarakat Desa Peniron, hingga kesenian Jamjaneng dapat
populer dan dinikmati hingga kini, baik oleh masyarakat Desa Peniron
maupun masyarakat Kabupaten Kebumen secara lebih luas.
Kata kunci: peran, Amir Yusuf, kesenian Jamjaneng, masyarakat Peniron dan
nilai-nilai kehidupan.