Abstract :
Penelitian ini berupaya menjelaskan tentang organologi dan pola
tabuhan instrumen ketipung paralon pada pengamen. Instrumen ketipung
paralon kini digunakan oleh para pengamen sebagai pengganti kendhang
dangdut. Karena instrumen ketipung paralon harganya lebih murah, bahan
mudah didapat, serta suaranya tidak kalah dengan kendhang dangdut.
Maraknya fenomena banyaknya pengamen menggunakan instrumen
ketipung paralon, membuat peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan
tersebut. Maka dari itu, peneliti menjelaskan bagaimana organologi
instrumen ketipung paralon dibuat, dan menjelaskan pola-pola tabuhan
instrumen ketipung paralon.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan teori oleh Sri
Hendarto Sri Hastanto, tentang organologi, baik dari segi fisik maupun non
fisik. Kedua, teori dari Karl-Edmund untuk menganalisis pola tabuhan pada
instrumen ketipung paralon.
Bahwasanya untuk membuat instrumen ketipung paralon mempunyai
pertimbangan tentang bahan, ukuran, dan keahlian, supaya menghasilkan
bunyi yang berkualitas, walaupun dengan keterbatasan ekonomi. Instrumen
ketipung paralon mengadopsi dari pola permainan kendhang dangdut,
drum, kendang jaipong, cello. Penyajian instrumen ketipung paralon dalam
lagu yaitu pada variasi pola-pola yang dimainkan oleh pemain instrumen
ketipung paralon.
Kata kunci: Instrumen ketipung paralon, organologi, pola tabuhan,pengamen.