Abstract :
Skripsi berjudul ?Wanda Dasamuka Dalam Lakon Sinta Boyong Sajian
Bambang Suwarno? adalah penelitian yang fokus pada pendalaman
makna untuk melihat kegunaan serta peran boneka wayang Dasamuka
dalam pertunjukan yang bertempat di dukuh Sawahan, desa Kudu,
kecamatan Baki, kabupaten Sukoharjo tanggal 28 Desember 2017. Wanda
Dasamuka dijadikan objek penelitian karena kurangnya kajian pada wanda
Dasamuka, padahal wayang Dasamuka sendiri secara konvensi memiliki
banyak wanda. Lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno dipilih karena
pada pertunjukan tersebut menampilkan tiga wanda Dasamuka dan
pertimbangan kredibilitas Bambang Suwarno juga sebagai empu boneka
wayang kulit. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana
gambaran umum tentang wanda wayang kulit gaya Surakarta, (2)
bagaimana struktur lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno, (3)
bagaimana makna wanda Dasamuka pada lakon Sinta Boyong sajian
Bambang Suwarno dalam perspektif ikonografi.
Penelitian ini menggunakan landasan konseptual dari struktur
dramatik Soediro Satoto dan teori ikonografi oleh Panofsky yang telah
diaplikasikan Ahmad Bahrudin pada pengkajian Ornamen Minangkabau.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif
interpretatif, sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan metode
studi pustaka, wawancara, dan observasi.
Capaian dari hasil penelitian ini adalah adanya kesesuaian pemilihan
wanda Dasamuka pada masing-masing suasana adegan pertunjukan
wayang lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno menunjukan
komunikasi atau kaitan erat antara konsep wanda dan pakeliran yang
saling menunjang untuk memperkuat rasa hayatan dalam pakeliran.
Keharmonisan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara tiap-tiap wanda Dasamuka dengan suasana adegan pada pertunjukan wayang lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno menjadi pengaruh besar dari kehadiran wanda Dasamuka. Merujuk dari hal itu, wanda Dasamuka dalam lakon Sinta Boyong sajian Bambang Suwarno berfungsi sebagai pendukung dan penguat hayatan pada drama pertunjukan.
Kata kunci : wanda Dasamuka, ikonografi, Sinta Boyong, Bambang Suwarno.