Abstract :
Karya kepenarian Ken Dedes: the Soliloquy merupakan interpretasi
tokoh perempuan bernama Ken Dedes dari karya Arok The Godfather?s
Soliloquy ciptaan Matheus Wasi Bantolo. Penelitian ini membahas
mengenai proses dan bentuk sajian kepenarian dari karya Ken Dedes: the
Soliloquy. Untuk menguraikan hal tersebut digunakan beberapa konsep
yakni: dalam mengkaji masalah kepenarian menggunakan konsep Alma
Hawkins, untuk menguraikan bentuk opera menggunakan konsep Peter
Sellars dan Matheus Wasi Bantolo, sedangkan untuk menguraikan bentuk
dalam sajian karya menggunakan konsep Suzane K. Langer yang
diperkuat oleh konsep analisis tari menurut Janet Adshead. Penulisan dan
pengkajian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif
interpretatif , dengan proses observasi participant action research.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses kepenarian
dilakukan berdasarkan proses eksplorasi, improvisasi, dan komposisi
sebagai tahap penggarapan karya kepenarian Ken Dedes: the Soliloquy.
Bentuk sajian yang dihadirkan adalah interpretasi baru terhadap tokoh
Ken Dedes dalam karya Arok The Godfather?s Soliloquy. karya kepenarian
Ken Dedes: the Soliloquy memiliki bentuk sajian dengan konsep opera yang
menggunakan lima penari yang masing-masing memiliki peran ganda
sebagai penari serta pemusik. Gerak yang di gunakan banyak mengadopsi
gerak tradisi Jawa gaya Surakarta dengan memadukan unsur gerak tari
Latin di dalamnya. Hal ini didasari atas pemikiran koreografer untuk
mengelaborasikan tokoh Ken Dedes sebagai perempuan di masa lalu
dengan tokoh perempuan dalam film The Godfather serta tokoh-tokoh
perempuan pada masa sekarang. Karya kepenarian Ken Dedes: the
Soliloquy memiliki kandungan perspektif tentang bagaimana Ken Dedes
sebagai perempuan dengan berbagai permasalahan yang dihadapi dapat
disejajarkan dengan perempuan-perempuan pada jaman sekarang ini.
Kata kunci: Kepenarian, Tokoh Ken Dedes, Opera