Abstract :
Skripsi ini berjudul ?Estetika Tari Keblat Papat Lima Pancer Karya
Wahyu Santoso Prabowo?, dilatarbelakangi ketertarikan penulis atas
konsep tari yang mengadopsi falsafah Jawa tentang keblat papat lima
pancer, sebagai konsep garap tari yang berangkat dari tari tradisi yang
ditafsir ulang dan disajikan kembali. Selain itu, konsep pancer yang
dimunculkan, oleh penari perempuan dan keblat oleh penari laki-laki
menjadi hal yang menarik dalam sajian tari Keblat Papat Lima Pancer.
Berbeda dengan konsep pancer dalam tari Srimpi ada dalam imajinasi dan
keblat ditarikan oleh penari perempuan. Permasalahan yang ingin
dijelaskan adalah (1) Bagaimana bentuk tari Keblat papat Lima Pancer? (2)
Bagaimana estetika tari Keblat Papat Lima Pancer?
Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan teknik kumpulan
data, observasi, studi pustaka, dan wawancara. Analisis data bersifat
deskripsi interpretasi. Konsep yang digunakan untuk menjelaskan bentuk
adalah koreografi milik Sumandiyo Hadi dan tentang estetika milik
A.A.M. Djelantik.
Hasil analisis yang pertama, bentuk tari Keblat Papat Lima Pancer
disusun melalui 11 elemen meliputi: judul tari, tema tari, sifat tari, gerak
tari, musik tari, ruang tari, rias dan busana tari, cara penyajian, struktur
tari, tata cahaya serta properti tari. Kedua estetika tari Keblat Papat Lima
Pancer yang dibentuk oleh A.A.M Djelantik melalui tiga unsur yaitu:
Keutuhan dan kebersatuan, penonjolan atau penekanan, serta
keseimbangan atau keselarasan. Keutuhan dan kebersatuhan dibentuk
melalui hubungan antar elemen seperti: gerak, musik, rias dan busana,
tata cahaya, serta pola lantai mampu melebur dan menyatu. Penonjolan
atau penekanan disusun tampak pada bagian pertama yaitu terletak pada
musik, sedangkan penonjolan pada bagian tengah/bagian dua terletak
pada penari pancer. Kemudian penonjolan pada bagian inti/bagian tiga
terletak pada hubungan antara gerak dan musik, dan bagian akhir/bagian
empat penonjolan terletak pada musik. Keselarasan atau keseimbangan
dilihat melalui indikator-indikator gerak, pola lantai, musik, properti,
serta rias dan busana. Selarasan antar elemen itulah yang membuat tari
tersebut menjadi seimbang, selaras dan harmoni.
Kata Kunci: Estetika, Tari Keblat Papat Lima Pancer, Wahyu Santoso Prabowo.