Abstract :
Pemeranan tokoh Rara Suminten dalam naskah Parusa Kahyun
karya Rudyaso Febriadhi merupakan sajian pertunjukan Tugas Akhir
Minat Pemeranan Program Studi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan
Institut Seni Indonesia Surakarta. Naskah ini berbentuk drama tragedi
berjenis melodrama. Naskah ini menceritakan tentang keberanian Rara
Suminten dalam melawan Raden Subrata yang semena-mena. Rara
Suminten merupakan seorang wanita yang berani, tegas dan bertanggung
jawab atas resiko yang telah diterimanya. Kegagalan dalam perjodohan
yang dibuat Adipati Nata Kusuma membuat hati Rara Suminten depresi
dan kecewa, namun disisi lain Rara Suminten justru mampu bangkit dan
terbangun dari keterpurukan tersebut dan menunjukkan pada dunia
bahwa seorang wanita memang dikodratkan dibawah seorang lelaki,
namun tidak dengan harga dirinya.
Naskah Parusa Kahyun ini digunakan penyaji untuk mewakili hati
wanita yang mengalami nasib yang serupa dengan Rara Suminten. Tujuan
pemilihan naskah ini ialah untuk memberikan gambaran kepada
masyarakat dan menyadarkan kaum perempuan agar bertindak dewasa
dan mampu berfikir cerdas ketika mencintai dan mengagumi seorang
laki-laki, karena daripada itu masih ada sesuatu yang harus lebih
dipertahankan daripada cinta seorang lelaki yaitu masa depan.
Metode akting via negativa milik Jerzy Grotowski digunakan
penyaji dalam proses kreatif penyajian tokoh Rara Suminten sebagai dasar
dalam proses penggarapan. Tujuan dipilihnya metode akting tersebut
ialah agar penyaji dapat menirukan karakter tokoh lain sesuai dengan
lakuan, bentuk dialog dan ciri khas yang dimiliki sehingga tercipta
karakter yang memang benar-benar mirip dengan aslinya. Metode akting
via negativa milik Jerzy Grotowski.
Kata kunci: Pemeranan, drama tragedi melodrama, via negativa,
Jerzy Grotowski.