Abstract :
ABSTRAK
Daur hidup bercocok tanam banyak menyimpan kebudayaan dan melahirkan
kesenian. Rengkong sebagai salah satu hasil kesenian budaya agraris yang digunakan
oleh masyrakat sebagai alat bantu pertanian, sebagai media ritual ungkapan syukur
atas berkah panen kepada Tuhan dan Dewi Sri yang dipercayai oleh masyarakat agraris
sebagai dewi kesuburan. Pertumbuhan dan perkembangan teknologi lambat laun
memunculkan alat bantu pertanian yang lebih canggih dan praktis sehingga kesenian
tersebut sudah mulai terkikis wadah hidupnya dan mulai ditinggalkan. Banyak nilai
moral dan pembelajaran yang dapat diambil dari kebudayaan daur hidup bercocok
tanam utamanya dalam kesenian Rengkong , antara lain wadah saling interaksi, saling
mengingatkan akan keseimbangan dalam kehidupan antara manusia, alam, sang
Pencipta, dan sebagai wadah komunikasi ekpresif kebahagiaan melalui bunyi- bunyian
yang dihasilkan. Dari beberapa topik di atas pengkarya menerjemahkan ke dalam
bentuk karya tari dengan judul ?RENGKONG-AN GABAH SEUNTING?. Karya ini
merupakan ekspresi memori masa lalu pengkarya terhadap kesenian dan peristiwa
budaya yang tumbuh di masyarakat agraris, di mana wadah untuk tumbuh dan
berkembang mulai hilang akibat perkembangan zaman serta munculnya teknologi
kekinian dan sikap pribadi pemiliknya.
Metode penciptaan yang dilakukan oleh pengkarya yaitu merujuk pada konsep
yang dikemukakan oleh F.X Widaryanto tentang model proses garap yang diterapkan
dikalangan akademik yaitu dasar pemikiran, tema garap, sumber garapan, konsep
garap, tata dan teknik pentas, proses garap dan metode Subject matter yang
dikemukaan oleh Dharsono. Dari rujukan metode tersebut pengkarya mengolah
menjadi metode penciptaan yang dipilih sebagai langkah dalam proses penciptaan
yaitu pencarian artistik. Pencarian artistik yang dimaksud adalah sikap dan daya
imajinatif penggunaan materi, sarana, dan perabot atau piranti garap yang digunakan
dengan kompetensi dasar dalam mengolah garap, baik dalam segi mungguh atau tidak,
kepenak, dan imajinasi artistik yang dihasilkan. Selain itu, konsep subject matter
mendukung metode pencarian artistik untuk merangsang pengkarya menghasilkan
bentuk- bentuk yang menyenangkan.
Kata kunci : Daur hidup pertanian, pencarian Artistik, Subject Matter, Rengkong-an
Gabah Seunting, karya seni.