Abstract :
Penelitian berjudul ?Sakralitas Penyajian Gending Gudril Dalam
Upacara Rajaban di Dusun Cepit, Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu
Kabupaten Temanggung?, bertujuan untuk menggali informasi
kesakralan gending Gudril dalam pertunjukan Jaranan Turonggo Seto
Cepit Pagergunung. Fenomena kesakralan gending Gudril yang terjadi di
dusun Cepit ini yang menarik untuk di kaji lebih lanjut. Keberadaan
gending Gudril sebagai gending sakral tidak lepas dari struktur
pendukung seperti: kepercayaan, cerita rakyat dan nilai-nilai budaya yang
diwariskan dari leluhur. Proses pengsakralan di Punden Plabengan seb
elum melakukan pentas yang dilakukan oleh kelompok seni Jaranan
dipimpin oleh Juru Kunci merupakan bentuk pendekatan kepada leluhur
Punden Plabengan.
Permasalahan yang dijelaskan dalam penelitian ini adalah (1)
Bagaimana struktur penyajian gending Gudril di dusun Cepit ?, (2)
Instrumen dan gending apa saja yang digunakan dalam upacara Rajaban ?
(3) Mengapa gending Gudril di dusun Cepit sakral ?. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data
melalui pengamatan langsung, wawancara, perekaman, catatan di
lapangan dan studi pustaka. Teori sakralitas oleh Sukerta digunakan
untuk menganalisis kesakralan gending Gudril di dusun Cepit. Dalam
teori tersebut dikatakan sakralitas gending dapat dilihat dari beberapa
unsur yaitu rasa gending, fungsi, waktu, ruang, dan proses. Kesakralan
gending Gudril yang terjadi di dusun Cepit ditengarai dengan
kepercayaan mayoritas masyarakat menganggap gending Gudril disajikan
khusus untuk menyembuhkan orang trance. Hasil penelitian yang
dilakukan dipengaruhi dari ritual mensakralkan gending Gudril.
Sehingga bunyi yang dihasilkan mampu memberikan rangsangan bagi
orang memiliki ikatan batin dengan roh leluhur Punden Plabengan.