Abstract :
Skripsi karya seni dengan judul Kendangan Karenan, gedhing kethuk 4
kerep minggah 8, laras sléndro pathet manyura. Permasalahan yang diajukan
dalam skripsi karya seni ini adalah: (1) bagaimana garap kendang pada
garap tersebut; dan (2) bagaimana pola dan wiledan pada sajian wilet dan
rangkep pada gendhing Karenan. Dua permasalahan tersebut berdasarkan
kaidah-kaidah musikal kendangan yang berorientasi pada karawitan
tradisi gaya Surakarta. Data-data penelitian dikumpulkan melalui studi
pustaka, observasi dan wawancara kepada seniman yang ahli
dibidangnya. Dalam sajian gending, penulis menggunakan konsep garap
yang ditawarkan oleh Rahayu Supanggah yaitu garap klenèngan, irama
dan laya. Seorang pengendang dalam menyajikan gending menggunakan
pola dan sekaran. Di dalam sekaran terdapat wiledan yang merupakan
kreativitas dari seorang pengendang. Penuangan kreativitas perlu dibatasi
dengan konsep mungguh supaya wiledan yang digunakan tidak lepas dari
kaidah-kaidah yang berlaku dalam karawitan gaya Surakarta.
Lewat analisis kemudian ditemukan faktor-faktor yang mendukung
sajian kendang yang baik dalam garap klenèngan. Faktor tersebut meliputi
pengaturan laya yang tepat, setèlan kendang ciblon yang sesuai dengan
karakter gending, penggunaan pola dan sekaran, serta penerapan wiledan
yang mungguh membuat gendhing Karenan tersaji dengan baik. Pengaturan
laya yang tepat adalah ketika ricikan garap seperti rebab, gendèr, gambang
dan sindhèn merasa nyaman menyajikan tabuhannya. Untuk gending
sléndro manyura, setèlan kendang yang digunakan antara nada nem dan ro.
Wiledan kendang yang mungguh dalam karawitan gaya Surakarta dapat
berorientasi pada empu terdahulu seperti Panuju dan Wakijo.